BanjarmasinPost/

Berita Regional

Ya Allah! Dokter Senior Ini Masih Meronta Hingga saat Akhir Parman Mencekiknya

Kejadian itu berlangsung di dalam kamar tidur Nanik, rumah kawasan Plampitan 58, Kota Semarang, Minggu (23/4/2017) lalu.

Ya Allah! Dokter Senior Ini Masih Meronta Hingga saat Akhir Parman Mencekiknya
tribun jateng
Kapolrestabes Semarang, Kombes Abioso Seno Aji, memimpin ekspose perkara dengan menghadirkan dua pemuda terlibat pembunuhan Nanik Trimulyani, dokter senior RSUP Dr Kariadi, di Polrestabes Semarang, Jumat (12/5/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SEMARANG - Suara Supardi (22) bergetar ketika menceritakan detik-detik kematian dokter senior RSUP Kariadi, Nanik Trimulyani (72).

Menurutnya, Nanik meninggal usai dicekik Parman (22), rekan Supardi.

Kejadian itu berlangsung di dalam kamar tidur Nanik, rumah kawasan Plampitan 58, Kota Semarang, Minggu (23/4/2017) lalu.

"Saya hanya bantu memegangi tangan Bu Nanik dari belakang," ujar pria kelahiran 9 Juli 1995 itu saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Jumat (12/5/2017) siang.

Sebelum meninggal, dua tangan dan kaki Nanik diikat. Mulut pun disumbati lakban.

Dalam kondisi tersebut, Nanik masih meronta-ronta. Parman pun mencekik leher Nanik hingga meninggal.

"Saya terpaksa bantu Parman mencuri karena diancam menggunakan parang. Saya tidak tahu jika akhirnya Bu Nanik malah dibunuh," imbuhnya.

Sebagai informasi, Supardi adalah asisten rumah tangga Nanik. Sedangkan Parman adalah penghuni kos milik Nanik.

Parman tinggal di kos itu belum genap setengah bulan.

"Kalau pacarnya Parman sudah dua bulan di kos itu. Ceritanya mereka kos bersama," beber Supardi.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help