Berita Olahraga

Pelti Kalsel Diminta Gelar Pertandingan Setiap Bulan

Kepengurusan baru Pengurus Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Kalimantan Selatan (Kalsel) masa bakti 2017-2022 resmi dilantik di Aula Palimasan, Banjarmasin

Pelti Kalsel Diminta Gelar Pertandingan Setiap Bulan
banjarmasinpost.co.id/nana
Ketum PB Pelti, WS Wirjawan beserta jajaran Pengprov Pelti Kalsel masa bakti 2017-2022 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepengurusan baru Pengurus Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Kalimantan Selatan (Kalsel) masa bakti 2017-2022 resmi dilantik di Aula Palimasan, Banjarmasin Post Group, Sabtu (13/5/2017) malam.

Selain acara pengukuhan pengurus Pelti Kalsel yang baru, pada kesempatan itu dilaksanakan pula dialog interaktif bertajuk 'Pembinaan Tenis Menuju Peningkatan Prestasi' usai pelantikan.

Dalam diskusi itu, Ketua umum Pengurus Besar (PB) Pelti, WS Wirjawan mengemukakan saran terkait pertandingan intensif di Kalsel.

"Pelti Kalsel dapat menggelar pertandingan setiap bulan secara bergiliran. Karena di Kalsel ini ada 13 pengurus cabang (pengcab). Maka dalam setahun ada 13 kejuaraan yang dapat digelar," tuturnya.

Ditambahkannya, bagi pengcab yang tidak memiliki venue lapangan yang kurang representatif maka pertandingan dapat dihelat di Banjarmasin atau daerah lain yang lebih dekat dan mempunyai sarana yang memadai.

Lebih lanjut, Wirjawan mengatakan kejuaraan yang digelar mulai dari usia dini, kelompok umur 10 tahun, 12 tahun, dan 14 tahun.

"Tidak usah kejuaraan besar dulu, untuk pembinaan tentu diprioritaskan kategori kelompok umur, dari segi pendanaan tidak terlalu banyak menghabiskan dana," tandasnya.

Diakui Wirjawan, untuk pembinaan tenis yang berkesinambungan memerlukan banyak dana. Hal itu yang menjadi faktor penghambat prestasi tenis nasional.

"Tidak bisa dipungkiri ya pembinaan di tenis perlu dana yang memadai, nah bagaimana caranya kita menyiasati hal itu agar pembinaan tenis tidak terhambat," ujarnya.

Dengan adanya turnamen intensif bagi atlet-atlet junior, menurutnya dalam jangka waktu 5-10 tahun akan ditemukan bibit-bibit petenis potensial dan berprestasi.

"Untuk mencetak petenis berprestasi itu tidak bisa setahun dua tahun, perlu waktu lebih dan harus mengikuti banyak pertandingan. Dengan begitu 5-10 tahun akan lahir petenis handal dengan jam terbang tinggi," pungkasnya. (Mariana)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help