BanjarmasinPost/

Seputar Kaltim

Ketua Kelompok Tani di Kukar Tilep Dana Hibab Pemprov Kaltim Miliaran Rupiah

Satreskrim Polresta Samarinda kembali menyelesaikan perkara kasus tindak pidana korupsi, setelah melakukan proses pemeriksaan hingga akhirnya dilimpah

Ketua Kelompok Tani di Kukar Tilep Dana Hibab Pemprov Kaltim Miliaran Rupiah
ISTIMEWA via tribunkaltim.co
Pelaku (duduk, baju kotak kotak) di dampingi kuasa hukumnya, bersama kepolisian saat menyerahkan berkas perkara pelaku ke Kejaksaan Negeri Samarinda, Senin (15/5/2017. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMARINDA - Satreskrim Polresta Samarinda kembali menyelesaikan perkara kasus tindak pidana korupsi, setelah melakukan proses pemeriksaan hingga akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda, selama kurang lebih setahun.

Kasus ini menyeret satu tersangka atas nama Bakara (46), warga jalan Mas Penghulu, Samarinda Seberang.

Kerugian negara akibat perbuatan pelaku mencapai Rp 1.962.685.000, yang merupakan dana hibah Pemprov Kaltim.

Bakara merupakan Ketua Kelompok Tani Resota Jaya.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, menjelaskan pada tahun 2012, kelompok tani Resota Jaya, yang berada di Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara mengajukan bantuan dana hibah ke Pemprov Kaltim, untuk rehabilitasi tanggul tambak kelompok tani yang dipimpinnya, senilai Rp 6.285.200.000.

Namun, Pemprov Kaltim hanya menyetujui sebesar Rp 3.850.000.000.

Kendati telah melakukan rehabilitasi terhadap tanggul tambak yang dimaksud, namun pelaku tidak menggunakan seluruh dana yang dicairkan dengan semestinya.

"Pagi tadi (15/5/2017), berkas perkaranya sudah kita limpahkan ke Kejaksaan, termasuk data pendukung perkara ini. Hampir setahunan kita tangani kasus ini, karena beberapa kali pelaku tidak bisa diperiksa karena sakit, hal itu yang membuat prosesnya berjalan agak lama," ungkap Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, Senin (15/5/2017).

Guna mengembalikan kerugian negera, kepolisian menyita sejumlah aset milik pelaku, yakni sebuah rumah dengan luas tanah mencapai 249 meter persegi di jalan Harun Nafsi, Samarinda Seberang, yang diperkirakan bernilai sekitar Rp 700 juta dan uang tunai Rp 11 juta.

Tersangka dijerat pasal 2 dan 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 dan UU RI Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasak 3 UU RI Nomor 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang, dengan ancaman 20 tahun penjara. (*)

Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help