BanjarmasinPost/
Home »

Kolom

» Tajuk

Demi Generasi Lebih Pintar

NASIB pelajar yang menimba ilmu di sekolah swasta terancam! Pasalnya, pemerintah menginstruksikan para guru yang menyandang

Demi Generasi Lebih Pintar
BPost Cetak
Ilustrasi 

NASIB pelajar yang menimba ilmu di sekolah swasta terancam! Pasalnya, pemerintah menginstruksikan para guru yang menyandang predikat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengajar di sekolah swasta harus kembali ke habitatnya, jadi guru di sekolah negeri.

Seperti diberitakan Banjarmasin Post edisi Selasa (16/5/2017), kebijakan tersebut akan membuat sekolah swasta yang tidak memiliki kelebihan guru akan kekurangan pengajar. Efeknya, perbandingan guru dengan pelajar menjadi tak seimbang.

Sedang di sekolah negeri, diprediksi bakal kelebihan pengajar. Selain guru ASN yang kembali ke habitatnya, di sekolah negeri umumnya sudah memiliki guru honorer yang sebelumnya bertugas mengajar di sana.

Kebijakan Kementerian Pendidikan Nasional menarik semua guru ASN dari sekolah swasta dipastikan akan menimbulkan efek domino sebagai konsekuensi.

Paling merasakan kebijakan ini tentu sekolah swasta yang tidak memiliki kelebihan jumlah pengajar. Dalam beberapa waktu, sekolah swasta akan merasakan kekurangan jumlah pengajar, sebelum ditambah pengganti guru ASN yang ditarik ke sekolah negeri.

Namun, kebijakan ini tentu saja memiliki landasan kuat terkait pemenuhan kebutuhan dan penyebaran guru yang berstatus ASN hingga ke pelosok. Semangat keinginan memenuhi kebutuhan tenaga pengajar itu yang harus mendapat dukungan semua pihak, termasuk dari pengelola sekolah swasta.

Kalau pun nanti akan muncul pertanyaan apakah kebijakan ini akan mampu memenuhi kebutuhan guru di sekolah negeri, kita berharap hal itu tidak meleset dari tujuan utama.

Tapi, permasalahan bisa menjadi rumit, apabila ternyata sekolah swasta yang ditinggalkan guru ASN tak mampu memenuhi kebutuhan tenaga pengajar sebagai pengganti.

Saat ini saja, tidak semua sekolah swasta mampu membayar penuh honor guru yang ditempatkan di sekolah mereka. Kalau ada orang yang mau mengajar di sana, biaya yang dikeluarkan sekolah pun bakal sangat besar.

Harapan kita, semoga efek domino yang terjadi pada kebijakan tersebut bukanlah ancaman bagi kelangsungan dunia pendidikan di negeri ini. Niat pemerataan penyebaran tenaga pengajar di penjuru Indonesia semoga segera terpenuhi.

Anak didik adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapat pengajaran mumpuni dari para guru. Hal itu akan terpenuhi melalui distribusi guru yang jitu pada pembangunan sistem yang kuat.

Efek domino yang timbul diharapkan hanya terjadi sesaat. Ke depan, sistem pendidikan di Indonesia bisa merata hingga ke pelosok. Materi yang diterima pelajar di pedalaman sama dengan apa yang diajarkan di pusat pemerintahan.

Ilmu yang ingin ditularkan guru pun akan merata dan sama diterima oleh para generasi penerus bangsa ini. Sehingga, generasi masa depan Indonesia memiliki kepintaran yang tak lagi ditentukan oleh di mana dia sekolah, karena guru-guru mereka kini telah tersedia hingga ke pelosok negeri. (*)

Tags
Tajuk
Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help