BanjarmasinPost/

Timbun 1.000 Liter Solar, Doyok Dikenakan Wajib Lapor ke Polres Banjar

Penangkapan itu dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait penimbunan solar yang dilakukan oleh Doyok.

Timbun 1.000 Liter Solar, Doyok Dikenakan Wajib Lapor ke Polres Banjar
Halaman 1 Metro Banjar Edisi Rabu (17/5/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Hidup Adi Irawan alias Doyok (34) tidak bebas lagi. Warga RT3 Desa Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar ini kena wajib lapor ke kantor polisi, setelah ketahuan menimbun 1.000 liter solar.

Informasi diperoleh, Doyok diringkus anggota Unit Krimsus Satreskrim Polres Banjar, Senin (15/5) pagi. Penangkapan itu dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait penimbunan solar yang dilakukan oleh Doyok.

Doyok terbilang cerdik dalam hal menyembunyikan solar yang ditimbunnya. Dia sengaja menyimpan solar di sebuah bangunan kosong, yang bersebelahan dengan bengkel. Kemudian drum berisi solar tersebut disusunnya di antara beberapa drum yang berisikan oli.

Senin sekitar pukul 6.00 Wita, kecerdikan Doyok itu terungkap. Menyusul kedatangan polisi yang menindaklanjuti laporan masyarakat. Hasil pemeriksaan, polisi menemukan sebanyak lima drum berisi solar atau setara 1.000 liter solar.

Kepada polisi, Doyok mengaku 1.000 liter solar tersebut dia peroleh selama sehari, dari beberapa sopir truk yang mampir di pangkalannya.

“Dalam sehari, jumlah truk yang datang ke sini relatif banyaknya. Sedangkan ini (10 ribu liter), cuman kebetulan saja. Saya beli Rp 5.000 per liter, kemudian saya jual Rp 5.600," ujarnya.

Doyok mengatakan dia sempat berhenti menimbun solar. Lantaran desakan ekonomi ia kembali menimbun solar. "Saya baru dua bulan menjalaninya," ujarnya.

Terpisah, Kapolres Banjar, AKBP Kukuh Prabowo melalui Kasatreskrimnya, AKP Budi Prasetyo, membenarkan pihaknya mengamankan seorang penimbun solar, Senin (15/5) pagi.

“Kami menyita sebanyak 1.000 liter solar. Si pelaku terancam hukuman di bawah lima tahun penjara. Saat ini pelaku tidak kami tahan. Tapi dia wajib lapor. Proses hukum tetap berlanjut," kata Budi didampingi Kanit Krimsusnya, Ipda Andre PW. (gha)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help