Berita Hulu Sungai Tengah

Gadis Penderita Benjolan di Dahi Kepala dari Desa Datarajab Ini Dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah memfasilitasi pengobatan untuk Siti Dahlia, alias Vidal (23).

Gadis Penderita Benjolan di Dahi Kepala dari Desa Datarajab Ini Dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Dahlia (kaos putih) didamping Yuriska, warga Barabai yang pertama kali memposting tentang kondisi Dahlia ke media sosial. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah memfasilitasi pengobatan untuk Siti Dahlia, alias Vidal (23).

Warga Desa Datarajab Kecamatan Hantakan, tersebut dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin, karena belum fasilitas Kesehatan di RSUD Damanhuri belum lengkap. Rabu (17/5) sore, Dahlia didampingi keluarganya dibawa menggunakan Ambulans Cinta Banua, milik Bupati HST H AbdulLatif.

“Dibawa ke rumah sakit Ulin Banjarmasin untuk pengobatan lebih lanjut. Dia juga sudah diberikan surat keterangan dari Dinas Kesehatan HST, untuk mendapatkan Jaminan Kesehatan Provinsi,”tutur seorang relawan pendamping Dahlia, Agup. Sebelumnya, pemeriksaan terhadap Dahlia sudah dilakukan pihak dokter di Rs Damanhuri di poli bedah dan Poli Mata.

Dokter pun telah memberikan obat-obatan untuk meredakan nyeri yang sewaktu-waktu menyerang perempuan yang tak pernah sekolah tersebut. Informasinya, Dahlia harus melakukan operasi. Namun, belum diketahui apakah penyebab benjolan itu ada hubungannya dengan trauma masa kecilnya yang perna jatuh dari pohon aren.

Habar Banua 6 Plus Peduli, menyatakan siap mendampingi Dahlia, termasuk menggalang dana bantuan. ‘Bantuan para donator juga sudah mengalir dan dikelola secara transparan oleh pengurus group,melalui rekening resmi.

Yazid Fahmi, Ketua Relawan Cinta Banua menjelaskan, setelah pemeriksaan pertama, Dahlia tak jadi dirawat inap, karena selain masih memerlukan koordinasi dengan pihak keluarga, juga masih memungkinkan untuk tidak dirawat inap. “Untuk keberangkatan ke Banjarmasin, sudah ada pihak keluarga serta ibunya yang mendampingi selama perawatan,”kata Yazid.  

Akibat kemiskinan keluarganya, Dahlia tak bisa mengobati benjolan di kepalanya, yang kian membesar. Sejak jatuh dari pohon enau 13 tahun lalu, tumbuh benjolan di kepalanya bagian dahi. Namun, Dahlia  tak pernah memeriksakan diri ke dokter. Pihak keluarga tak mengetahui jika benjolan itu menyiksa gadis malang itu, hingga orangtuanya membiarkannya  tanpa pengobatan apapun.

Dahlia mengaku sakit yang menggigit-gigit, dialaminya selama tiga tahun terakhir. Jika datang rasa sakit, dia hanya bisa berguling-guling di tanah. Tiap kali melampiaskan rasa sakitnya dengan cara tersebut, orangtua dan saudara-saudaranya, malah marah. (*)

Penulis: Hanani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved