Sidang Korupsi

Mantan Sekdaprov Muchlis Gafuri Ajukan PK

Telah satu bulan menjalani penahanan di Lapas kelas II A Banjarmasin , mantan Seketaris Daerah Provinsi Kalsel, Muchlis Gafuri ajukan permohonan PK.

Mantan Sekdaprov Muchlis Gafuri Ajukan PK
dok
Mantan Sekdaprov Kalsel, HM Muchlis Gafuri.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Telah satu bulan menjalani penahanan di Lapas kelas II A Banjarmasin , mantan Seketaris Daerah Provinsi Kalsel, Muchlis Gafuri, yang terlibat dalam korupsi dana bansos (bantuan sosial) akhirnya mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) .

Melalui kuasa hukumnya Bunyani SH MH dalam pengajuan permohonan PK) perkaranya ini dengan mengajukan novum atau bukti baru dan saksi saksi.

Permohonan PK itu yang disampaikan pada majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin yang dipimpin hakim Yusuf Pranowo, Rabu (17/5/2017) siang,

Terpidana melalui kuasanya hukum menyebutkan bahwa terjadi error in personalia atau salah orang yang menjadi terdakwa dalam perkara ini.

Selain itu,adanya saksi yang menyebutkan kalau saksi tidak pernah mengajukan permohonan bantuan dan bantuan cair tapi tidak mendapatkan bantuan tersebut,

Sementara JPU Mahardika Prima Wijaya, secara tegas menolak permohonan yang diajukan terpidana tersebut dan ia mengharapkan kepada majelis yang menangani perkara ini untuk menerima penolakan JPU.

Kemudian majelis juga dapat menerima putusan Mahkamah Agung terhadap terdakwa. Sidang sendiri akan dilanjutkan Besok (Kamis (18/5/2017).

Seperti diketahui, Muchlis Gafuri, di vonis selama dua tahun dan enam bulan oleh Mahkamah Agung. Selain itu terdakwa juga di bebani membayar denda Rp100,- juta subsidair enam bulan kurungan bila tidak membayar.

Muchlis yang sempat dicari petugas ini ditangkap petugas Kejari Banjarmasin yang dipimpin oleh Kasi Pidsus Kejari Hamidi dan Kasi Intel Achamd Jusriadi serta satu jaksa bernama Agung pada Selasa (11/4) sekitar pukul 15:00 WIB di di Jalan Cipinang Jaya I No.58 Jakarta Timur. (*)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help