BanjarmasinPost/

Tes Ganda di SBMPTN

NEWS ANALYSIS, Hidayat Ma'ruf: Kurangi Kuota Jalur Undangan atau SNMPTN

Terkait lulusan SNMPTN yang tidak mendaftar ulang kemudian mengikuti SBMPTN di perguruan tinggi yang sama memang sulit ditebak.

NEWS ANALYSIS, Hidayat Ma'ruf: Kurangi Kuota Jalur Undangan atau SNMPTN
Banjarmasin Post Edisi Cetak 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menurut pengamat pendidikan Hidayat Ma'ruf, secara umum calon mahasiswa boleh menentukan pilihan mereka untuk melanjutkan di perguruan tinggi mana saja. Sudah diketahui banyak lulusan yang menerapkan sistem cadangan. Artinya mereka mendaftar di dua perguruan tinggi kemudian jika keduanya lulus mereka bisa memilih perguruan tinggi yang memang mereka inginkan.

Terkait lulusan SNMPTN yang tidak mendaftar ulang kemudian mengikuti SBMPTN di perguruan tinggi yang sama memang sulit ditebak.

Namun berdasarkan pengalaman di perguruan tinggi keagamaan, pada dasarnya semua jalur sama saja, termasuk pembayarannya setelah lulus.

Pembedanya hanya pada tes. Satu secara online dan satu secara manual. Bagi yang tidak bisa mengikuti tes secara online bisa mengambil jalur manual. Baik keduanya, jika lulus akan membayar dengan iuran yang sama.

Lulusan yang tak daftar ulang sudah biasa terjadi dalam penerimaan mahasiswa baru. Hal ini memang cukup merepotkan bagi perguruan tinggi. Secara kelembagaan, ada kuota yang sudah ditetapkan secara nasional.

Jika sudah diterima seribu orang namun yang daftar ulang hanya sedikit tentu akan menyia-nyiakan kuota yang disediakan. Kemudian sekolah dianggap tidak serius menyarankan lulusannya untuk mendaftar di perguruan tinggi tersebut.

Namun seharusnya yang perlu dibenahi adalah tekniknya. Seharusnya kouta jalur undangan atau jalur SNMPTN bisa diperkecil sesuai pengalaman. Jalur prestasi misalnya mereka bisa dengan mudah mendaftar di perguruan tinggi mana saja dan saat lulus bisa mengambil dimana saja yang difavoritkan mereka.

Peran sekolah juga harus baik, dengan memberikan pengarahan kepada siswa agar keputusan mereka untuk mendaftar di perguruan tinggi tersebut adalah final. Selain itu perguruan tinggi juga bisa melakukan pengumuman serentak sehingga tak terjadi double tes. (rii)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help