BanjarmasinPost/

Rukiyah Mengepel Rumah Pejuang Gerilyawan Brigjen H Hassan Basry di HSS dengan Minyak

Rukiyah, yang merupakan menantu keturunan H Abdul Kadir, mulai merawat rumah ini sejak 1992. Namun diangkat resmi sebagai juru pelihara sejak 2011.

Rukiyah Mengepel Rumah Pejuang Gerilyawan Brigjen H Hassan Basry di HSS dengan Minyak

Menapaki Sejarah Proklamasi 17 Mei 1949 di HSS
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Coba tanyakan kepada anak muda Kalimantan Selatan, tahukah Desa Ni’ih? Mungkin kebanyakan dari mereka tidak mengetahuinya. Padahal desa di Kecamantan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ini sangat erat kaitannya dengan perjalanan kemerdekaan negeri ini.

Di Ni’ih lah, pada 16 Mei 1949, Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan, Hassan Basry merancang proklamasi Provinsi Kalsel sebagai bagian dari Republik Indonesia sesuai proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Ni’ih berjarak sekitar 28 kilometer dari ibu kota HSS, Kandangan. Masyarakat lebih mengenal Loksado ketimbang Ni’ih karena objek wisata arung jeramnya. Meskipun ada Tugu Kemerdekaan bercat biru dibangun di sana, kebanyakan pengunjung tidak memedulikannya.

Padahal di sekeliling tugu dibangun semacam saung atau pondok beralaskan semen agar pengunjung dapat lebih memperhatikannya.

Sayangnya lagi, kendati merupakan tempat perjuangan dan lokasi wisata, ternyata Ni’ih tak begitu terjangkau pembangunan. Sinyal telepon selular saja naik turun.

Selain Ni’ih, ada beberapa tempat di HSS yang erat kaitannya dengan Proklamasi 17 Mei 1949.

Di antaranya rumah H Abdul Kadir di Desa Durian Rabung Kecamatan Padang Batung, yang berjarak sekitar 12 kilometer dari Kandangan.

Di tempat inilah, pada 9 Mei 1949, pimpinan gerilyawan menggelar rapat untuk menyusun program pemerintahan Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan.

Saat ini, kondisi rumah, yang sebagian besar dari kayu sintuk, masih kokoh dan terjaga dengan baik. Bentuk rumah dijaga tetap asli meskipun sudah dilakukan beberapa kali perbaikan. Apalagi ada juru peliharanya (Jupil) yakni Rukiyah.

Rukiyah, yang merupakan menantu keturunan H Abdul Kadir, mulai merawat rumah ini sejak 1992. Namun diangkat secara resmi sebagai juru pelihara sejak 2011.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help