BanjarmasinPost/

Geger, Mayat Bayi Ditemukan Dalam Kantong Kresek di Pinggir Jalan, Sempat Dikira Bangkai Kucing

Mereka yang saat itu merasa curiga dengan bungkusan kresek merah yang mengeluarkan bau, sempat mengira di dalamnya berisi bangkai kucing tergeletak.

Geger, Mayat Bayi Ditemukan Dalam Kantong Kresek di Pinggir Jalan, Sempat Dikira Bangkai Kucing
Halaman 1 Metro Banjar Edisi Kamis (18/5/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Warga RT 13 RW 2 Gang Mulia Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, mendadak heboh, Rabu (17/5) pagi. Mereka yang pagi itu baru saja memulai aktivitasnya tiba-tiba digegerkan penemuan mayat bayi.

Mendapati hal itu, warga pun langsung berduyun-duyun menuju jalan pemukiman yang hanya berukuran sekitar satu meter tersebut.

Tak sedikit warga yang merasa iba bahkan sampai meneteskan air mata lantaran tidak tega menyaksikan mayat bayi itu. "Iya betul, kasihan aja. Kok sampai tega yaa," ungkap seorang perempuan yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Sedangkan seorang saksi mata lainnya, Ahmad Nur menceritakan adapun penemuan mayat bayi itu bermula dari ulah dua orang siswa SD, Rizkoni dan Rusli sepulang sekolah di kawasan Gang Mulia.

Mereka yang saat itu merasa curiga dengan bungkusan kresek merah yang mengeluarkan bau, sempat mengira di dalamnya berisi bangkai kucing tergeletak di bahu jalan.

Namun lantaran didorong rasa keingintahuannya yang cukup tinggi, mereka pun kemudian mencolek-coleknya dengan sebatang kayu.

"Nah saat itu pula, merasa tidak yakin di dalam kantong plastik tersebut bangkai kucing, bocah itu kemudian pulang ke rumah melaporkannya ke ibunya, " ujar Nur.

Saat itu, meski warga sudah lebih dulu berkumpul di tempat kejadian dan meyakini bahwa ‘benda’ tersebut bukan bangkai kucing, namun tak satupun dari mereka yang berani membuka bungkusan plastik.

Hingga akhirnya Nur mencoba melihat lebih dekat. "Saat saya buka, ternyata memang benar di dalam plastik tersebut berisi mayat bayi yang sudah membusuk, " katanya.

Menurut Nur, mayat bayi tersebut diduga sudah sekitar empat atau lima hari tergeletak di bahu jalan. “Kalau bau sih awalnya memang tidak terlalu tercium, karena plastik sengaja ditutup rapat. Tapi setelah dibuka, barulah tercium semeruak, " ungkap Nur.

Sedangkan Ketua RT 13 Kelurahan Guntung Manggis, Aris sempat mengira mayat bayi yang ditemukan di pemukimannya tersebut berjenis kelamin laki-laki. Namun setelah dilakukannya pemeriksaan lebih mendetail di Kamar Pemulasaraan RSUD Idaman Banjarbaru, ternyata diketahui orok itu berjenis kelamin perempuan.

Berdasarkan pantauan Metro Banjar di Kamar Pemulasaraan RSUD Idaman Banjarbaru, mayat orok itu juga masih dilengkapi tali pusarnya. Terbungkus di tempat yang terpisah atau kresek hitam lainnya, juga nampak berisi gumpalan daging yang diduga tembuni si bayi.

Petugas kamar Pemulasaraan RSUD Idaman Banjarbaru juga menemukan pembalut yang diduga milik si orangtua orok malang.

Tak kalah memprihatinkan lagi, di tengah kondisinya yang sudah membusuk dan dikerumuni belatung. Lengan kiri sang bayi tersebut sudah berangsur rusak atau tersisa tulang. Bayi kemudian dibersihkan sebelum akhir disimpan di lemari pendingin RSUD Idaman Banjarbaru.(gha)

Baca di Harian Metro Banjar Edisi Kamis (18/5/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help