BanjarmasinPost/

Kata Peneliti, Perempuan Lebih Memahami Anjing Ketimbang Pria, Ini Penjelasannya

Para ilmuwan menemukan bahwa wanita lebih baik daripada pria, saat mengenali seekor anjing sedang ingin bermain-main atau mengancam.

Kata Peneliti, Perempuan Lebih Memahami Anjing Ketimbang Pria, Ini Penjelasannya
Thesun
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Manusia memiliki kemampuan mengejutkan untuk memahami bahasa dari Anjing, dan bisa menerjemahkan arti dari bermacam-macam geraman yang berbeda, satu penelitian pun telah membuktikannya.

Para ilmuwan menemukan bahwa wanita lebih baik daripada pria, saat mengenali seekor anjing sedang ingin bermain-main atau mengancam.

Dalam penelitian tersebut, 40 sukarelawan mendengarkan beragam geraman yang tercatat dari 18 anjing yang sedang bermain, menjaga makanan mereka, dan menghadapi orang asing yang mengancam.

Secara keseluruhan, peserta dengan benar mengklasifikasikan 63 persen dari geraman tadi. "Secara signifikan, hasilnya melebihi perkiraan," kata periset tersebut.

Setiap jenis geraman juga dikenali bukan karena kebetulan. Pendengar manusia mengidentifikasi 81 persen dari geraman "bermain", tapi kurang bisa mengenali geraman saat menjaga makanan dan geraman saat mengancam.

Dilansir thesun.co.uk, Dr Tamas Farago dan timnya dari Universitas Eotvos Lorand di Hungaria menulis dalam jurnal Royal Society Open Science: "Peserta mengasosiasikan konteks yang benar terhadap geraman. Terlebih lagi, wanita dan peserta yang berpengalaman dengan anjing mencetak nilai yang lebih tinggi dalam tes tersebut,"

Penelitian menunjukan, selama bermain, anjing menghasilkan geraman yang lebih pendek dibandingkan saat mereka agresif atau takut.

Geraman saat bermain dan saat menjaga makanan juga memiliki karakteristik nada yang berbeda.

Tak hanya mengidentifikasi konteks geraman, relawan juga harus menilai geraman pada lima keadaan emosional, yaitu agresif, ketakutan, putus asa, bahagia dan ingin bermain. "Konteks tersebut memiliki efek signifikan saat membaca emosi anjing," kata para ilmuwan.

Para ilmuwan menyimpulkan : "Hasil kami ... menunjukkan bahwa anjing berkomunikasi dengan jujur sesuai keadaan batin mereka dalam berbagai situasi, konfrontasi pun tidak dapat dihindarkan, seperti saat menjaga makanan mereka dari anjing lain,"

"Bersamaan dalam konteks saat keadaan batin tidak menentu, seperti saat bermain atau ketika diancam oleh orang asing, mereka dapat memanipulasi parameter dalam geraman mereka untuk ekspresi agresif dan senang yang berlebihan.

"Menurut hasil kami, manusia dewasa tampaknya memahami dan merespons informasi selama berinteraksi dengan anjing." (Banjarmasinpost.co.id/Amirul Yusuf)

Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help