BanjarmasinPost/

KTP Tak Sesuai Domisi

Malas Berurusan ke Martapura, Hakim Tidak Mau Ganti KTP

Secara de facto, Hakim warga Kabupaten Banjar. Namun, secara de jure dia tercatat sebagai warga Kecamatan Banjarmasin Barat.

Malas Berurusan ke Martapura, Hakim Tidak Mau Ganti KTP
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (18/5/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hampir 10 tahun Hakim tinggal sebuah kompleks di Kelurahan Sungailulut, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar. Namun, dia tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Kabupaten Banjar, tapi masih menggunakan KTP asalnya dari Banjarmasin.

Secara de facto, Hakim warga Kabupaten Banjar. Namun, secara de jure dia tercatat sebagai warga Kecamatan Banjarmasin Barat.

Bukan hanya Hakim, istrinya pun tetap bertahan memakai KTP Banjarmasin.

“Saat pembuatan KTP elektronik sekitar 4 tahun lalu, kami tetap mencatat sebagai warga Banjarmasin,” ucap Hakim, kemarin.

Bahkan, saat sang buah hati lahir, Hakim dan istri memilih persalinan di sebuah rumah sakit di Kota Banjarmasin. Alasannya sederhana. Dia dan istri tidak mau ribet menghadapi persoalan administrasi kependudukan.

“Walaupun tinggal di Kabupaten Banjar, ketergantungan pada Banjarmasin tidak terhindarkan. Saya bekerja di Banjarmasin, anak sekolah di Banjarmasin, aktivitas kami lebih banyak di Banjarmasin,” jelas Hakim.

Jika pindah jadi warga Kabupaten Banjar, Hakim khawatir repot mengurus administrasi kependudukan. “Kantor Disdukcapil di Kota Martapura, sementara jarak Sungailulut-Martapura cukup jauh. Kalau berhari-hari berurusan jadi repot, pekerjaan terbengkalai,” ujarnya.

Hakim dan istri juga tidak menyekolahkan anaknya di Kabupaten Banjar. Menurut dia, di Banjarmasin ada banyak pilihan sekolah. “Namun, yang lebih utama memudahkan anaknya melanjutkan sekolah. Kalau sekolah di Kabupaten Banjar, agak repot ketika melanjutkan sekolah lebih tinggi karena harus berurusan lagi dengan Dinas Pendidikan Banjar yang berada di Martapura. Repot,” imbuhnya.

Kehidupan Hakim hanya satu gambaran fenomena masyarakat urban. Perkembangan Kota Banjarmasin membuat lahan menjadi terbatas, sementara jumlah penduduk bertambah. Kebutuhan akan tempat tinggal diakomodasi oleh perkembangan wilayah perbatasan Banjarmasin.

Perumahan tumbuh seperti di Kelurahan Sungailulut Kecamatan Sungaitabuk dan Kecamatan Kertakhanyar, Banjar, yang berbatasan dengan Kecamatan Banjarmasin Timur. Termasuk di Handil Bakti, Batola, yang berbatasan dengan Banjarmasin Utara.

Tak pelak, perkembangan itu membawa persoalan pada administrasi kependudukan.

Hal itu diamini M Yamin, Lurah Manarap Lama yang memperkirakan 100 lebih warganya masih memiliki KTP wilayah lain. “Betul itu, seperti ada seorang warga tinggal di Manarap Lama, namun identitasnya masih beralamat di Beruntung Baru,” ujarnya.(gha/wid/rmd)

Baca Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (18/5/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help