BanjarmasinPost/

Mengubah Dunia dengan Buku

Membaca buku ibarat kita menghirup udara. Tidak pernah putus kita secara istikamah bergelut dengan buku.

Mengubah Dunia dengan Buku
Cetak BPost
Moh Yamin 

Oleh: MOH YAMIN
Dosen di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin
Penulis Buku-buku Pendidikan

(Memaknai Hari Buku Nasional 17 Mei 2017)

Sudah banyak buku berhamburan di toko-toko buku. Mulai buku yang sangat ringan dan berat. Buku tentang cinta sampai dengan buku filsafat. Dengan sangat mudahnya, kita mendapatkan buku dan kemudian melahapnya (membaca) secara terus menerus.

Membaca buku ibarat kita menghirup udara. Tidak pernah putus kita secara istikamah bergelut dengan buku. Pepatah lama mengatakan, buku adalah jendela dunia. Buku membuka cakrawala pengetahuan. Dengan buku, sebuah bangsa akan dihantarkan pada peradaban yang maha tinggi. Buku menerangi kehidupan manusia. Ia menceritakan banyak hal tentang kejadian dunia. Buku mengangkat harkat dan martabat manusia. Dengan buku, kita bisa melihat dunia. Kita memahami segala kehidupan manusia. Buku mengasah otak kita untuk bisa berpikir kritis transformatif.

Kuswaidi Syafi’ie (2007) pernah berkata, dunia buku adalah medan lapang yang sarat dengan berbagai analisa, mulai yang paling lunak, moderat, hingga yang paling radikal. Orang-orang yang menyelam di situ dengan pikiran yang nanar dan penuh kemungkinan akan merasakan petualangan intelektual yang begitu nikmat. Berbagai paradigma dan perspektif yang disunggi masing-masing buku yang dilahap akan mengantarkan para pembaca pada sepucuk kesadaran, bahwa di hadapan tumpukan-tumpukan buku itu mereka sesungguhnya tidak sedang bertatap muka dengan apa pun selain cakrawala pengetahuan.

Buku selanjutnya melebarkan sayap pemikiran kita. Otak kita sangat cair, dan peka pada sebuah persoalan. Ia tiada henti secara tanpa sadar membangkitkan semangat kita untuk memikirkan banyak hal mulai persoalan pribadi sampai persoalan masyarakat. Buku mengajari dan mengajarkan kita bagaimana harus berhadapan dengan dunia di luar kita.

Buku sangat begitu sabar dan penuh kasih sayang membimbing kita. Sangat wajar, bila saya mengatakan bahwa buku adalah pengganti orangtua dan guru. Buku mengarahkan perilaku dan tabiat hidup kita. Ia terus menerus meluruskan kehidupan kita di bumi.

Membuka Paradigma Kehidupan

Buku membawa hal-hal baik pada kita. Karena buku, sesuatu apa pun yang tidak kita kenal sebelumnya, lantas kita bisa tahu. Kita mampu memperoleh pencerahan pemikiran dan pencerdasan. Simak saja, adanya tokoh-tokoh besar sebut saja Abdurrahman Wahid, Sholahuddin Wahid, Nurcholish Madjid, Komaruddin Hidayat dan banyak lagi mampu menjadi orang besar lantaran jasa-jasa buku.

Buku telah berbuat banyak hal bagi pembentukan masa depan beliau-beliau. Mereka kemudian memberikan sumbangsih besar bagi bangsanya. Pemikiran-pemikiran beliau menjadi sebuah grand design bagi Indonesia ke depan. Oleh sebab itu, secara jujur kita lalu bisa hidup dan mampu mengenal baik dan buruk kehidupan karena adanya buku. Buku yang telah membawa kita pada jalan yang benar dan baik.

Halaman
12
Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help