BanjarmasinPost/

KTP Tak Sesuai Domisi

Pertahankan KTP Banjarmasin Demi Sekolah Anak

Jauhnya berurusan administrasi ke Marabahan, ibu kota Kabupaten Baritokuala, menjadi salah satu alasan Ahim masih menggunakan KTP Banjarmasin.

Pertahankan KTP Banjarmasin Demi Sekolah Anak
Banjarmasin Post Edisi Cetak 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meskipun sudah lima tahun Ahim tinggal di Kompleks Persada Permai Baru II, Handilbakti Kabupaten Baritokuala, sampai saat ini dia memegang KTP Banjarmasin.

Tidak hanya itu. Bahkan kartu keluarga dan KTP sang istri masih administrasi Banjarmasin.

Jauhnya berurusan administrasi ke Marabahan, ibu kota Kabupaten Baritokuala, menjadi salah satu alasan Ahim masih menggunakan KTP Banjarmasin. KTP yang dipegangnya masih beralamatkan di rumah orangtuanya di Banjarmasin.

Selain itu, dia bekerja di Banjarmasin. Begitu pula sang anak yang sekolah di Banjarmasin. “Yang utama sebenarnya kebutuhan anak. Semua anak saya sekolah di Banjarmasin. Kalau KTP saya Batola, nanti takut ribet berurusan. Di wilayah saya jumlah sekolahnya masih minim,” tutur Ahim.

Selama ini, dia mengaku tak ada kendala yang dihadapi dengan KTP Banjarmasin yang dipegangnya. Bahkan saat berobat ke Puskesmas untuk anaknya, dia tak memiliki kendala.

“Yang jelas tidak bisa dilakukan, adalah pemilihan kepala desa dan pemilihan bupati. Saya dan istri tidak bisa ikut,” imbuhnya.

Meski demikian, pajak bumi dan bangunan (PBB) untuk rumah yang ditinggalinya tetap dibayar melalui pengembang perumahan yang ditinggalinya. “Kalau PBB masih bayar ke Batola,” katanya.

Penduduk seperti Ahim tak sedikit. Banyak di antara warga yang secara administratif merupakan warga Banjarmasin, memilih tinggal di daerah sekitar Bajarmasin.

Sementara itu, Sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Alalak, Kabupaten Baritokuala, diperkirakan tidak dapat menampung lulusan sekolah dasar di kecamatan setempat.

Menurut Muhammad Arifin Alafgani, Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Alalak, lulusan sekolah dasar di Alalak tahun ini diperkirakan sebanyak 829 siswa.

Sementara SMPN di kecamatan Alalak hanya ada lima buah. Dengan kondisi seperti, Arifin berharap SMPN di Alalak harus dilakukan penambahan kelas baru. Untungnya, lanjut dia, banyak lulusan sekolah dasar yang masuk tsanawiyah, sehingga diperkirakan bisa tertampung.

Disebutkan dia, siswa lulusan sekolah dasar dengan orangtua memiliki KTP Batola namun ingin masuk sekolah di Banjarmasin, kabarnya harus mendapatkan surat pengantar dari UPT dan Disdik di Marabahan. “Kami siap melayani agar kelancaran siswa meneruskan sekolah dapat terlaksana,”katanya.

Ariffin mengingatkan orangtua agar betul-betul mencari sekolah berkualitas. “Orangtua harus tahu persis sekolah yang akan dimasuki anak,” ujarnya.

Sebab, lanjut dia, ada sekolah yang gurunya datang lebih cepat tapi pulang pun cepat.”Pilihkan sekolah anak yang berkualitas, anak adalah aset,” pungkas Arifin. (rmd/don)

Baca Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (18/5/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help