BanjarmasinPost/

Berita Banjarmasin

Dirikan Sekolah Bayi, Pengurus TKA Iqra Audiensi dengan Gubernur Kalsel

Pengurus TKA plus Iqra Mahligai Alquran Banjarmasin, sesegera mungkin akan melakukan audiensi dengan Gubernur Kalsel dan Wali Kota Banjarmasin.

Dirikan Sekolah Bayi, Pengurus TKA Iqra Audiensi dengan Gubernur Kalsel
BANJARMASINPOST.CO.ID/EDI NUGROHO
Kepala Sekolah TKA plus Iqra Mahligai Alquran Banjarmasin, Rahimi 

BANJARMASINPOST.CO.ID -Pengurus TKA plus Iqra Mahligai Alquran Banjarmasin, sesegera mungkin akan melakukan audiensi dengan Gubernur Kalsel , Sahbirin Noor dan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, untuk rencana pendirian sekolah bayi di kota ini.

"Ya, dalam waktu dekat kita akan audensi dengan Gubernur Kalsel dan Wali Kota Banjarmasin, untuk rencana pendirian sekolah bayi," kata Kepala Sekolah TKA plus Iqra Mahligai Alquran Banjarmasin, Rahimi, Jumat (19/5/17).

Menurut Rahimi, di Ambarawa Jawa Tengah saat ini sudah ada sekolah bayi yang didirikan oleh Drs Mustofa AY sejak 2004. Tujuannya, mendidik anak lebih dini lagi, bukan usia dini," katanya.

Usia sekolah bayi yakni 9 bulan sampai tiga tahun merupakam program baru. Tujuan dari sekolah bayi ini adalah untuk lebih mandiri siap untuk masuk ke pendidikan anak usia dini (PAUD).

"Ke depan sekolah bayi itu di setiap daerah, termasuk Banjarmasin perlu dibuka dan dikembangkan sekolah bayi, " kata Rahimi.

Dijelaskannya, sekolah bayi program baru yang perlu dikembangkan seperti di Kalsel agar daerah itu maju, mandiri dan cerdas serta beraklhak.

Pendidikan bayi ini, sambungnya, ini berbeda dengan pendidikan anak usia dini. Di sekolah bayi, anak sekolah dengan usianya masing- masing.

Dicontohkan, jika anak usia satu tahun, maka dia masuk satu kali dalam satu minggu. Kedua, anak usia dua tahun, maka akan masuk sekolah dua kali dalam seminggu. Jika usia tiga tahun, maka masuk kelas itu seminggu tiga kali.

"Waktunya pun berbeda-beda di sekolah bayi. Dalam satu kali pertemuan hanya memerlukan dua jam saja," kata Rahimi. (*)

Penulis: Edibpost
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help