BanjarmasinPost/

Metro Banjar

Empat Dampak Positif Menjalankan Puasa Ramadan

Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan 1438 H/2017 M. Bulan yang dinanti-nantikan umat Islam sedunia

Empat Dampak Positif Menjalankan Puasa Ramadan
Metro Banjar
Metro Banjar edisi cetak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan 1438 H/2017 M. Bulan yang dinanti-nantikan umat Islam sedunia.

Bulan pengendalian hawa nafsu, bulan yang penuh Rahmat, berkah dan magfirah dari Allah SWT.

Puasa yang setiap tahun menemui kita, kita lakukan tidak sekadar rutinitas semata, tapi ia memberikan dampak positif terhadap orang mukmin yang mematuhinya.

Pertama, puasa berfungsi sebagai pakaian takwa, sehingga orang yang berpuasa selalu berhati-hati dan penuh pertimbangan bila hendak melakukan sesuatu.

Kehati-hatian orang yang berpuasa dalam melakukan sesuatu tak ubahnya seperti kehati-hatiannya orang yang memakai pakaian berwarna putih.

Karena bila sembarangan duduk di suatu tempat bisa jadi pakaiannya itu akan kotor, sebab bukankah pakaian putih kotornya akan lebih nampak.

Kedua, berpuasa berfungsi sebagai pelindung dari berbuat kemungkaran dan kebatilan. Bukankah Rasullulah menyebut puasa sebagai perisai yang membentengi dan melindungi manusia dari hal-hal yang tidak benar, apalagi setiap orang muslim yang berpuasa memang harus mampu mengendalikan diri, sehingga tidak begitu saja menuruti keinginan-keinginan yang diharamkan Allah.

Rasullulah bersabda yang artinya, “Puasa itu benteng, bila seseorang di antara kamu berpuasa, hendaklah dia tidak berkata kotor dan berlaku jahil, bila ada seseorang memaki dengan kata-kata kasar dan mengajaknya berkelahi, hendaklah ia berkata sesungguhnya aku sedang berpuasa, (HR Abu Daud dan Tarmizi).”

Ketiga, puasa berfungsi mendekatkan diri kepada Allah (taqarub ilallah). Dengan puasa seorang muslim dididik untuk selalu merasa dekat dengan Allah SWT. Ketika perasaan ini telah tumbuh dalam diri seseorang muslim, niscaya ia tidak akan berani menyimpang atau melanggar dari ketentuan Allah tersebut.

Banyak ibadah-ibadah yang mendekatkan diri kita kepada Allah, seperti Salat Tarawih, memperbanyak tilawatil quran dan mentadabborinya, itikaf di masjid yang membebaskan seorang muslim dari segala kesibukan duniawi.

Keempat, puasa juga mendidik seorang muslim untuk disiplin dalam menjalankan ajaran agama Islam. Hal itu terkandung dalam ibadah puasa, meskipun seorang muslim di siang hari begitu lapar dan haus, dia tidak berani makan dan minum, karena belum sampai waktu berbuka puasa, otomatis tidak diizinkan agama menyantapnya. Itu harusnya diimplementasikan dalam profesi seseorang muslim apapun pekerjaan dan profesi mereka.

Kalau dia dipercaya mengelola dana besar atau kecil baik dari pemerintah maupun masyarakat atau swasta membuatnya tidak sedikitpun terbetik di hati untuk mengambil, mengkorupsi, memanipulasi dana tersebut yang bukan miliknya. Seorang muslim apapun pekerjaannya dia harus patuh dan taat, pukul berapa dia datang dan memulai bekerja, pukul berapa dia boleh pulang. Dia konsisten dengan ketentuan yang berlaku, bahkan ia harus menjadi pelopor disiplin. Itu sebabnya khalifah keempat Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib mengatakan waktu itu bagaikan pedang, jika kamu tidak pandai menggunakan waktu, maka waktu itu akan memancung leher kamu.

Semoga kita menjadi orang muslim yang pandai menghargai waktu dan mengambil manfaat dampak positif ibadah puasa Ramadan. Amin

Oleh: HM Taslim
Ketua DDII Kota Banjarbaru

Berita ini telah terbit di harian Metro Banjar, Jumat (19/5/2017).

Editor: Ernawati
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help