BanjarmasinPost/

Berita Banjarmasin

Perusahaan Pembiayaan di Banjarmasin Perketat Kredit Mobil Tambang

Kepala Cabang Bess Finance Banjarmasin, Guntur mengatakan, pihaknya memperketat syarat pengajuan kredit mobil untuk tambang sejak setahun lalu.

Perusahaan Pembiayaan di Banjarmasin Perketat Kredit Mobil Tambang
tambang batubara dan alat berat 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Lesunya sektor tambang batu bara di Kalsel membuat perusahaan pembiayaan kredit mobil memperketat syarat pengajuan kredit mobil jenis tambang, seperti truk. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko bermasalah di kemudian hari.

Kepala Cabang Bess Finance Banjarmasin, Guntur mengatakan, pihaknya memperketat syarat pengajuan kredit mobil untuk tambang sejak setahun lalu. Berdasarkan kondisi ekonomi dan sektor tambang yang lagi turun.

"Terlalu berisiko bagi kami jika tetap mengejar omset tanpa memperhatikan resiko. Pengetatan ini hanya untuk jenis mobil tambang, seperti truk saja, tidak untuk jenis passanger," katanya, Jumat (19/5/2017).

Menurutnya, pengetatan yang dilakukan bukannya tidak menerima sama sekali kredit mobil tambang, bisa saja membiayai setelah syarat yang diperlukan dinyatakan lengkap.

"Misalkan ada pemilik perusahaan yang menambah armada dan kondisi bisnisnya bagus. Pastinya kedepan jika kondisi ekonomi utamanya bisnis batu bara membaik, maka tentunya akan melonggarkan kembali," ujarnya.

Dijelaskannya, saat tambang batu bara di Kalsel masih menggeliat, per bulan rata-rata menyetujui kredit 25 unit truk. Suku bunga yang dikenakan untuk nasabah bervariasi dan kompetitif, tergantung tahun perakitan mobil.

Syarat pengajuan kredit di Bess Finance sama halnya dengan perusahaan pembiayaan lainnya. Yakni fotokopi KTP suami-istri, fotokopi Kartu Keluarga, kalau karyawan mempunyai slip gaji dan keterangan penghasilan, dan jika kalangan swasta ada surat keterangan usaha.

Guntur mencontohkan, pengetatan persetujuan kredit seperti menurunkan nilai pinjaman, misalkan pengajuan Rp 100 juta maka menjadi Rp 50 juta. Melihat latar belakang peruntukannya.

Pihaknya bersyukur saat ini tidak ada nasabah yang bermasalah. Total nasabah Bess finance yang bergerak pada sektor tambang sekitar 20 persen dari akun aktif atau nasabah yang masih punya tunggakan.

Begitu pula di BCA Finance, selama sektor batu bara melesu juga melakukan pengetatan kredit untuk unit tambang. Diungkapkan Branch Manager BCA Finance, Martini Barasa.

"Sudah dua tahun ini kami lebih selektif. BCA Finance memang tidak fokus untuk mobil operasional tambang, atau di kendaraan komersial, sehingga tidak terlalu berpengaruh," jelasnya.

Penulis: Hasby
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help