BanjarmasinPost/

Puasa Ramadan

dr Rudiansyah: Puasa Menurunkan Kadar Gula Darah dan Berat Badan

Puasa mampu menahan hawa nafsu, sehingga menimbulkan ketenangan bagi pelakunya terutama yang berhubungan dengan niat hanya karena Allah SWT (ikhlas).

dr Rudiansyah: Puasa Menurunkan Kadar Gula Darah dan Berat Badan

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menurut seorang dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, M Rudiansyah, banyak problematika ketika seseorang melaksanakan puasa di bulan Ramadan. Pada tahap awal, 10 hari pertama, rasa lapar, mual, perut terasa sakit (karena asam lambung) masih seperti biasa.

Fase 10 hari kedua, rasa lapar berkurang, tidak mual, badan enak karena pacuan perintah otak untuk makan tidak ada, asam lambung pun berkurang. Dan fase ketiga 10 hari terakhir, ketenangan jiwa mempengaruhi seluruh sistem otak dan tubuh, terjadi kesehatan tubuh yang prima, karena tubuh digerakkan oleh ruh.

Rudiansyah, yang saat ini menempuh pendidikan Konsultan Ginjal & Hipertensi di RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung itu menyebutkan, puasa bertujuan sebagai latihan manusia untuk menahan hawa nafsu, baik makan dan minum maupun nafsu lainnya, terutama seks.

Dalam kehidupan sehari-hari, hawa nafsu pada manusia merupakan sesuatu yang fitrah dimiliki semua manusia. Namun demikian, bagaimana seseorang mampu mengendalikan atau menjaga hawa nafsu tersebut.

Ketika seseorang menjalani puasa, itu merupakan suatu wadah untuk pelatihan dalam mengontrol hawa nafsu tersebut, sehingga kembali menjadi fitrah. Allah memerintahkan puasa sudah pasti mempunyai makna yang sangat dalam, yang kadang tidak disadari manusia bahwa itu semua untuk kepentingan manusia.

Satu makna di balik puasa tersebut, dapat ditinjau dari segi medis atau kesehatan dan sangat berhubungan sekali. Mekanisme yang bisa dipelajari mengenai puasa terhadap kesehatan adalah melalui jalur di otak, yang disebut HPA aksis atau hipothalamic pituitary adrenal.

Puasa mampu menahan hawa nafsu, sehingga menimbulkan ketenangan bagi pelakunya terutama yang berhubungan dengan niat hanya karena Allah SWT (ikhlas). Ketenangan jiwa ini dapat mempengaruhi sistem tubuh dan otak yang melalui jalur HPA aksis tersebut, akan memacu beberapa hormonal dan neurotransmiter seperti endorfin, serotonin dan enkefalin yang akan mampu memberikan efek kesehatan serta penyembuhan.

Rudiansyah menyebutkan, ada berbagai dampak positif menjalankan puasa bagi kesehatan, di antaranya detoksifikasi atau pembuangan racun tubuh

Berpuasa, selain memperbaiki pola makan, juga merupakan satu solusi untuk membuang racun tersebut. Proses detoksifikasi ini akan berlangsung saat tubuh memasuki fase ketosis, yakni saat karbohidrat dan glukosa telah habis diolah menjadi energi. Cadangan lemak yang biasanya menyimpan banyak racun akan dibakar sebagai sumber energi utama.

Di fase ini, tingkat keasaman darah biasanya meningkat sehingga dapat menimbulkan bau mulut dan kelelahan. Hal ini harus diperhatikan pada pasien gagal ginjal berbahaya, karena dapat terjadi asidosis metabolik yang merupakan satu kegawatan dan harus cuci darah.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help