Kriminalitas Banjarbaru

Tertangkap Saat Menjambret Perempuan, Warga Pukuli Pengantin Baru Pakai Ulin

Pengantin muda ini dipukuli warga setelah menjambret seorang pengendara sepeda motor, Aulia (20), di bundaran Lianganggang Km 20, Kota Banjarbaru.

Tertangkap Saat Menjambret Perempuan, Warga Pukuli Pengantin Baru Pakai Ulin
Halaman 1 Metro Banjar Edisi Minggu (21/5/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Wajah dan badan Ramadhansyah alias Adhan (25) lebam dan luka-luka. Pengantin muda ini dipukuli warga setelah menjambret seorang pengendara sepeda motor, Aulia (20), di bundaran Lianganggang Km 20, Kota Banjarbaru, Jumat (19/5) malam.

Saat dihakimi warga, Adhan yang baru menikah enam bulan ini sempat berpikir akan mati. Pasalnya, orang yang mengeroyoknya ada memukulinya pakai kayu ulin dan benda tajam.

“Saya kapok. Saya takut kalau istri saya jadi janda. Apalagi sekarang istri saya tengah hamil muda," ujar Adhan, saat ditemui di RSUD Idaman Banjarbaru.

Adhan mengaku dia tergiur melihat tas yang ada di bahu korban. “Saya mengikuti korban dari Km 12 Gambut. Korban pelan menjalankan sepeda motornya, dari arah Banjarmasin menuju Banjarbaru,” ujarnya.

Saat berada di bundaran Lianganggang Km 20, Adhan mulai beraksi. Dia menarik paksa tas milik korban. “Saya beraksi saat korban berada di jalan yang gelap,” ujarnya.

Petugas mengamankan jambret yang babak belur dikeroyok warga di Lianganggang, Banjarbaru.
Petugas mengamankan jambret yang babak belur dikeroyok warga di Lianganggang, Banjarbaru. (banjarmasinpost.co.id/milna sari)

Setelah merampas tas milik korban, Adhan melarikan diri ke arah Kantor Kelurahan LUS Kecamatan Lianganggang. Rupanya korban mengikuti Adhan. Pas di gang Kelurahan LUS, tepatnya di RT11, korban berteriak. Teriakan itu mengundang perhatian warga setempat.

Warga pun langsung menangkap Adhan. Sebelum tertangkap, Adhan sempat membuang tas korban ke semak-semak. Meski sempat mengaku bukan penjambret, warga tetap memukuli Adhan. Ada yang pakai tangan kosong, ada yang pakai kayu ulin dan benda-benda lain.

Sekitar dua puluh orang yang mengeroyok Adhan. Setelah puas menghakimi, warga mengarak Adhan dengan tangan terborgol. Penyiksaan terhadap Adhan berhenti setelah anggota TNI dan warga lain mengamankan dan membawanya ke Pospol Bundaran Lianganggang. “Saya baru sekali menjambret,” ujar buruh bangunan ini.

Adhan mengaku, saat meninggalkan rumah, dia tidak punya niat untuk menjambret. “Saya keluar rumah sekitar pukul 10 malam. Istri saya ngidam, dia minta dibelikan pisang keju. Saya mencarinya di sekitar rumah di kilometer 12 Gambut, tapi tidak ada yang menjualnya,” ujarnya.

Adhan mencari penjual pisang keju hingga ke Lianganggang Banjarbaru. “Saat itulah saya melihat korban dan tergiur dengan tas milik korban,” ujar tamatan SMP ini.

Seorang saksi, Yahya, mengatakan awalnya warga menduga kegaduhan itu merupakan perkelahian suami istri. Tapi setelah melihat si perempuan berteriak minta tolong, warga langsung menangkap pelaku dan menghajarnya. "Tas yang dilempar penjambret ke semak-semak berhasil kami temukan,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Banjarbaru Barat, Kompol Syaiful Bob, mengatakan pihaknya tidak meneruskan penyelidikan. "Korban sendiri memutuskan tidak melapor. Kerugiannya juga kurang dari Rp 2 juta," ujarnya.

Di tas korban, kata Syaiful, hanya ada Rp 200 ribu. “Adhan hanya terkena Pasal 364 tentang pencurian biasa. Keluarga korban dan keluarga penjambret sudah dipertemukan. Mereka sepakat berdamai,” ujarnya. (rii)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help