Bisnis Online

Ternyata Uber Beri Upah Rendah, Pengemudi Murka dan Tuntut ini

Kesalahan ini telah diakui Uber dengan dalih kekeliruan saat penghitungan. Semestinya, pengemudi menerima 25 persen dari tarif yang dibayarkan

Ternyata Uber Beri Upah Rendah, Pengemudi Murka dan Tuntut ini
kompas.com
Pengemudi mobil Uber hanya bermodal sebuah iPhone yang digunakan untuk memantau pesanan dan melakukan semua hal yang berkaitan dengan platform transportasi tersebut 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Uber lagi-lagi tertimpa masalah. Layanan ride-sharing itu diprotes rekanan pengemudinya di New York, AS, karena memberikan pendapatan di bawah harga kesepakatan awal.

Kesalahan ini telah diakui Uber dengan dalih kekeliruan saat penghitungan. Semestinya, pengemudi menerima 25 persen dari tarif yang dibayarkan penumpang, di luar pajak dan pendapatan lain.

Alih-alih demikian, Uber malah memberikan 25 persen hak para pengemudi yang sudah termasuk pajak dan pendapatan lainnya. Kesalahan kalkulasi ini ditemukan ketika Uber membuat tanda terima yang lebih rinci untuk para pengemudi.

Alhasil, pengemudi murka dan meminta hak penuh mereka segera dilunasi, sebagaimana dilaporkan Gizmodo dan dihimpun KompasTekno, Rabu (24/5/2017).

Kesalahan ini sudah terjadi sejak 2014. Uber pun berkomitmen untuk membayar utangnya atas kekurangan penghasilan pengemudi selama ini.

Menurut Uber, rata-rata pengemudi di New York akan mendapat 900 dollar AS atau Rp 12 jutaan dari kesalahan hitung tersebut. Secara total, Uber kira-kira berutang 45.000 dollar AS atau Rp 600 juta ke pengemudi.

“Kami akan membayar tiap rekan pengemudi atas hak mereka secepat mungkin. Kami bekerja keras untuk mengembalikan kepercayaan pengemudi,” kata GM Uber di AS dan Kanada, Rachel Holt.

Kesalahan penghitungan ini bukanlah kali pertama. Awal tahun ini, salah kalkulasi yang menyebabkan pendapatan pengemudi lebih rendah dari semestinya terjadi di Philadelphia, AS. Masalah itu pun sudah teratasi.

Barita ini dipublikasikan Kompas.com dengan judul "Uber Berutang Rp 600 Juta ke Pengemudi"

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help