Serambi Ummah

Kaderisasi Ulama Pewaris Nabi

Ulama itu pewaris nabi, sehingga memiliki peran penting dalam menyampaikan ajaran Islam, memperbaiki keimanan dan akhlak masyarakat.

Kaderisasi Ulama Pewaris Nabi
Halaman A Serambi Ummah Edisi Jumat (26/5/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ulama itu pewaris nabi, sehingga memiliki peran penting dalam menyampaikan ajaran Islam, memperbaiki keimanan dan akhlak masyarakat.

Kaderisasi ulama penting dilakukan, agar dapat menyiapkan ulama-ulama yang andal sekaligus menjadi tokoh perubahan di tengah masyarakat, apalagi tantangan yang dihadapi umat sekarang semakin kompleks.

Satu upaya melakukan kaderisasi ulama, melalui pendidikan di pondok pesantren. Memang tak semua lulusan pondok akan menjadi ulama, paling tidak melalui pendidikan di tempat itu dapat menanamkan nilai-nilai ajaran agama, kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan, KH Husin Naparin.

Pondok pesantren pada dasarnya tak hanya mencetak ulama, tetapi juga mencetak manusia muslim yang berakhlak, beriman dan bertakwa.

Berbagai fasilitas perlu disiapkan, termasuk perangkat dan fasilitasnya sehingga para guru dan tenaga pengajar dapat mengajar, baik terkait ilmu agama dan ilmu kemasyaratan, sehingga peserta didik siap terjun ke masyarakat.

Husin Naparin menyebutkan, peran pondok pesantren dalam kaderisasi ulama sudah ada sejak zaman penjajahan, hasilnya pun secara nyata dapat terlihat. Seperti Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) di Amuntai, Hulu Sungai Utara yang didirikan 1922.

Banyak sudah lulusan Pondok Pesantren Rakha Amuntai yang menjadi ulama atau pendakwah, ada juga yang menjadi dosen di UIN Antasari dan pengurus MUI Kalsel. Dari daftar khatib salat Jumat di Banjarmasin, sekitar 60 persennya alumni Pondok Pesantren Rakha, sebut Husin Napain yang juga menjadi Ketua Yayasan PP Rakha tersebut.

Sebelumnya, ilmu agama dan ilmu pengetahuan didapat dari guru atau kiai dan informasi bisa disaring berdasarkan nilai-nilai yang sesuai umur, karakter dan budaya generasi muda Islam di Indonesia.

Pondok pesantren secara umum berupaya untuk menanamkan nilai-nilai ajaran agama sekaligus pengkaderan, tapi bukan semua santri harus jadi ulama, yang penting berusaha untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan, tandasnya.

Paling tidak lulusan pondok pesantren kalau tak jadi ulama, bisa juga jadi pengusaha atau pejabat yang terjun ke masyarakat. Paling tidak lulusan pondok pesantren diharapkan menjadi orang yang berjiwa ulama. Kalau jadi pengusaha yang bisa melindungi anak buah. Paling tidak menjadi imam atau panutan di bidangnya.

Untuk pengkaderan ulama, memang perlu penguatan kurikulum, perlu adanya perbaikan yang disesuaikan perkembangan zaman didukung perangkat teknologi, agar tak ketinggalan.

Yang jelas, lanjut Ketua MUI Kalsel itu, peran pondok pesantren dalam mendidik para santri merupakan sumbangsih masyarakat muslim Indonesia dalam membentuk manusia yang dapat bermanfaat di masyarakat. Besar kecilnya sumbangsih itu patut dihargai. (drt)

Baca Lengkap di Serambi Ummah Edisi Jumat (26/5/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved