Berita Tapin

Kenapa Pengusaha Tahu Tapin Minta Kembangkan Kedelai? Ternyata Ini Alasannya

Kegelisahan itu terkait bahan baku pembuatan tahu yaitu kacang kedelai yang masih didominasi impor dari luar negeri.

Kenapa Pengusaha Tahu Tapin Minta Kembangkan Kedelai? Ternyata Ini Alasannya
ibrahim ashabirin
Jumri petani Kampung Timbaan Desa Sabah Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Adalah Jumri petani Kampung Timbaan Desa Sabah Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, meskipun sukses memproduksi tahu sudah beroperasi sepekan ini, tetapi dia masih menyimpan kegelisahan.

Kegelisahan itu terkait bahan baku pembuatan tahu yaitu kacang kedelai yang masih didominasi impor dari luar negeri.

"Kenapa daerah kita tidak mencoba mengembangkan tanaman kedelai sendiri, sehingga tidak tergantung lagi pasokan dari luar negeri, dan tentunya harganya bisa lebih murah," ucap Jumri kepada BPost online, Kamis (25/5/2017).

Saya yakin, Indonesia, khususnya Tapin punya tanah pertanian yang sangat subur, tidak mungkin, tanaman kacang kedelai sulit dikembangkan di Tapin, saya berharap Pemda Tapin mengembangkan kacang kedelai, tegas Jumri.

Menurut Jumri, dirinya membeli satu karung (50 kilogram) kacang kedelai seharga Rp 350 ribu, seandainya kacang kedelai itu produk lokal, mungkin harganya sangat miring.

Dikonfirmasi Bupati Tapin HM Arifin Arpan, mengatakan nanti pihaknya akan mencoba mengembangkan kacang kedelai tersebut.

Rasanya di Tapin sudah ada petani yang mengembangkan kacang kedelai, tetapi tidak terlalu banyak, nanti kita lihat perkembangannya, jelas bupati kepada BPost Online. Him

Penulis: Ibrahim Ashabirin
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved