Berita Manca Negara

Kapolda Sulut Sebut 11 WNI di Davao Tak Terlibat Pemberontakan di Marawi

11 warga negara Indonesia tidak ikut dalam pemberontakan di Marawi, Filipina melainkan hanya mengikuti kegiatan tablig akbar.

Kapolda Sulut Sebut 11 WNI di Davao Tak Terlibat Pemberontakan di Marawi
AP
Ilustrasi: Jet tempur militer Filipina membombardir lokasi yang diyakini sebagai tempat persembunyian komandan kelompok Abu Sayyaf dan pemimpin kelompok yang telah berbaiat dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), Isnilon Hapilon, Sabtu (27/5/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Bambang Waskito angkat suara terkait kabar 11 warga negara Indonesia yang diduga ikut dalam pemberontakan kelompok Maute dan anggota Grup Abu Sayyaf yang terafiliasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Marawi, Filipina

Menurut jenderal bintang dua itu, 11 warga negara Indonesia tidak ikut dalam pemberontakan di Marawi, Filipina melainkan hanya mengikuti kegiatan tablig akbar.

"11 orang itu tidak terlibat pemberontakan. Mereka masuk ke Filipina dengan cara legal. Di sana mengikuti kegiatan tablig akbar dan lokasinya juga jauh dari Marawi," ujar Bambang Waskito, Sabtu (27/5/2017) malam.

Meski begitu, mantan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus ini menegaskan keberadaan 11 WNI itu tetap dipantau dan dimonitor oleh team Staf Liason Officer Hubinter Mabes Polri yang ada di Davao.

Bambang Waskito melanjutnya, 11 WNI itu hingga kini masih ada di Davao. Menurut Bambang, 11 orang itu baru berada di sana sekitar satu bulan.

"Mereka di sana baru sebulan, sementara kegiatan tablig yang diikuti akan berlangsung selama empat bulan. Mereka masih di sekitaran Davao," ungkap mantan Kapolda Jawa Barat itu. (*)

Berita ini sudah tayang di Tribunnews.com dengan judul "11 WNI Tidak Ikut Pemberontakan di Marawi, Hanya Tablig Akbar"

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help