Kriminalitas Kabupaten Banjar

Warga Binaan Gantung Diri di LP Anak Martapura, Ini Bunyi Surat Andre Kepada Ibunda

Seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura, Andre Aggryan, ditemukan tewas bunuh diri, Sabtu (27/5) sore.

Warga Binaan Gantung Diri di LP Anak Martapura, Ini Bunyi Surat Andre Kepada Ibunda
Halaman 1 Metro Banjar Edisi Minggu (28/5/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura, Andre Aggryan, ditemukan tewas bunuh diri, Sabtu (27/5) sore. Sebelum mengakhiri hidupnya, Andre sempat mengirim surat ke ibundanya.

Informasi diperoleh, Andre, warga Kompleks Beringin RT10 Kelurahan Sungai Sipai Kecamatan Martapura Kota itu mengakhiri hidupnya pakai sehelai sarung. Sarung itu diikatkan Andre di plafon yang cukup tinggi atau sekitar tiga meter lantai.

“Andre melakukannya di satu dari lima kamar sel perasingan LPKA Martapura,” kata seorang pria yang bertugas di ruang asimilasi yang minta namanya tidak disebutkan.

Selain tinggi, tempat Andre gantung diri juga agak tersembunyi, sehingga jenazah Andre nyaris tidak terlihat petugas.

"Awalnya petugas mengira Andre kabur dari sel. Saya sendiri sempat diminta mencari Andre ke belakang sel, tapi tidak ada," ujarnya.

Kemudian petugas memeriksa secara saksama sel yang dihuni Andre. “Saat itulah petugas menemukan Andre dalam kondisi tergantung di plafon. Andre tergantung masih mengenakan baju koko cokelat dan memakai kopiah,” ujarnya.

Kejadian itu langsung dilaporkan petugas LPKA Martapura ke Polres Banjar dan Polsek Martapura Kota. “Saat mengevakuasi korban, polisi terpaksa memanjat dan membobol plafon sel perasingan,” ujarnya.

Oleh petugas, jenazah Andre dibawa ke kamar Pemulasaraan RSUD Ratu Zalecha Martapura. Di tempat tersebut, ibu dan adik Andre, terlihat sangat syok. Dalam perbincangannya dengan petugas LPKA Martapura, perempuan mengenakan jaket itu mengatakan sebelumnya dia sempat mendapatkan kiriman surat dari seseorang.

“Surat tersebut dari Andre. Kalau enggak salah, saya menerima surat itu Rabu lalu. Rencananya kami mau ke sana (LPKA Martapura)," ujar perempuan yang enggan disebutkan namanya itu.

Dalam surat itu, kata dia, Andre meminta dirinya melunasi sejumlah utang di LPKA Martapura. "Surat yang saya terima cuma secarik kertas saja. Andre mengaku tidak tahan lagi. Intinya ia memiliki utang dan meminta saya melunasi utang," ujar perempuan berkerudung itu.

Ibunda Andre mengaku tidak mengira sama sekali putranya akan mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. “Andre merupakan pria yang periang,” ujarnya.

Tak hanya kepada ibundanya, Andre juga menulis pesan di secarik kertas karton untuk penghuni LPKA. Dalam tulisannya, Andre menyatakan permintaan maaf atas kesalahannya kepada kedua orangtuanya. Selain itu, ada pula kalimat menyatakan ketidakpuasaannya terhadap seseorang. Pesan itu tergantung di dinding sel tahanan yang dihuni Andre. (gha)

Baca Lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Minggu (28/5/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help