Berkah Ramadan

Memilih Makanan Tepat Saat Sahur Agar Seharian Tetap Segar

Saat sahur asupan energi 40-45 persen dari total kalori (makanan selingan dan makan utama sahur) sebaiknya mengonsumsi makanan dan minuman tidak secar

Memilih Makanan Tepat Saat Sahur Agar Seharian Tetap Segar
Istimewa
Wahyu Hardi Prasetyo dan Chef Agus Sasirangan.

BANJARMASINPOST.CO.ID - Saat sahur asupan energi 40-45 persen dari total kalori (makanan selingan dan makan utama sahur) sebaiknya mengonsumsi makanan dan minuman tidak secara berlebihan, walaupun dengan tujuan menabung makanan/cadangan.

Konsumsi berlebihan justru memperburuk kondisi tubuh di siang hari.

Konsumsi dengan pola makan gizi seimbang, makanan mengandung sumber tenaga (nasi, mi, roti dan lainnya), makanan mengandung sumber pembangun ( lauk pauk, seperti ikan segar, telur itik, daging ayam dan lain-lain), makanan sumber pengatur (sayur dan buah segar).

Konsumsi cairan selama berpuasa tetap dijaga dengan baik agar cairan tubuh kita tercukupi, seperti konsumsi air yang diminum tetap sekitar 8–10 gelas per hari, seperti pada hari biasa.

Minumlah 2 gelas pada saat berbuka (diikuti dengan sajian makanan yang berkuah dari sayur), 4 gelas setelah shalat tarawih hingga menjelang tidur, 1 gelas saat bangun tidur untuk sahur, makan sahur hendaknya ada yang berkuah dan 1-2 gelas lagi setelah sahur menjelang imsak.

Konsumsi air minum tidak selalu berarti air putih semata, tetapi dapat juga berupa minuman teh, susu, jus buah, koktil buah.

Bagi yang menjalankan ibadah puasa perlu perhatian khusus pada penyakit yang diderita sehingga harus tetap menjalankan minum obat secara teratur sebaiknya konsul pada dokter yang merawat.

Tentunya akan terjadi perubahan waktu minum obat. Perubahan itu terjadi misalnya obat-obatan yang biasanya diminum pagi hari bisa diubah ke waktu berbuka puasa, sedangkan dosis sore dipindahkan ke waktu makan sahur.

Sedangkan untuk kegiatan olahraga pada bulan puasa jangan dihentikan tapi coba dengan ritme yang beresiko rendah (ringan-ringan saja) dan perlu perhatikan jadwal yang tepat, agar tidak mempengaruhi kadar gula sewaktu berpuasa.

Alternatif waktu terbaik untuk olahraga bukan menjelang waktu berbuka, karena kondisi gula darah sudah mendekati ambang di bawah 60 mg/dl.

Saat yang paling tepat dan lebih rasional untuk berolahraga adalah sesuai melakukan salat tarawih.

Hal yang perlu diperhatikan saat berpuasa agar optimal yaitu makan memenuhi syarat gizi seimbang sesuai dengan kemampuan daya beli dengan mencerdaskan dalam memilih bahan makanan.

Menjaga kualitas puasa kita karena dengan asupan yang seimbang akan bermanfaat bagi aktivitas kita selama berpuasa, menjaga pertumbuhan sel-sel dan mengatur metabolisme tubuh.

Asupan serat jangan ditinggal ,karena serat sangat penting artinya dalam membantu kelancaran metabolisme tubuh, memperlancar proses buang air besar dan memberikan rasa kenyang yang lama. Sehingga tidak muncul keluhan dalam berpuasa untuk sulit BAB. (*)

Oleh: Wahyu Hardi Prasetiyo SSTG MPH-GK RD
Ahli Gizi Klinik/Dietesion

Penulis: Salmah
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help