Home »

Techno

» News

Teknologi

NEWSVIDEO: Dosen Ini Rela Sisihkan Uang Demi Ciptakan Alat Penangkal Racun Udara

Dosen di Kalsel perlu usaha keras melakukan penelitian, tak jarang mereka terpaksa rogoh kocek jutaan rupiah dari dana pribadi untuk ciftakan inovasi

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dosen di Kalsel perlu usaha keras melakukan penelitian, tak jarang ada saja mereka yang terpaksa rogoh kocek jutaan rupiah dari dana pribadi untuk berkarya menciptakan suatu temuan dan inovasi baru.

Satu di antaranya adalah Kaprodi Magister ilmu kesehatan masyarakat fakultas kedokteran ULM, Dr Husaini. Dia ikhlas tunda tiga judul buku garapannya karena dananya dipakai untuk menciptakan sebuah karya temuan baru.

"Iya pakai dana pribadi saja, kurang lebih habis sudah Rp 20 jutaan cuma untuk prototipe saja. Itu tadinya modal untuk bikin dan terbitkan buku, ya tunda dulu demi sebuah penelitian dan karya temuan baru ini," kata pakar kesehatan masyarakat ini.

Setahun terakhir ini dia peras otak, waktu dan keringat membuat prototope teknologi penangkap polutan udara. Hingga akhirnya selesai dibuat dan saat ini sedang dalam proses pengajuan hak cipta (HAKI).

"Jadi saat ini sedang dalam proses pengajuan hak cipta ke departeman hukum dan ham melalui ketua LPPM ULM. Teknologi tepat guna saya beri nama sairis tech," katanya.

Dasar dari temuannya itu berawal dari banyaknya keluhan yang dia terima dalam bentuk kegelisahan dari para pekerja pabrik karet di Kalsel, Salah satunya di Banjarmasin, Sehingga diperlukan suatu alat yang mampu menangkap dan membersihkan baik itu gas maupun debu.

Selain alat pembersih pencemaran udara , buku referensi dengan judul Dampak Pencemaran Udara Terhadap Respons Imun yang ditulisnya dan diterbitkan Gadjah Mada University Press 2016 juga sedang dalam proses Hak cipta. Buku ini menemukan teori atau formula teori tentang interaksi senyawa molekul zat pencemar udara. (*)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help