Tiga Kota di Kalsel Ini Paling Siap Terapkan Zonasi Penerimaan Siswa Baru

Telepon genggam Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Banjarmasin, Tumiran terus berdering.

Tiga Kota di Kalsel Ini Paling Siap Terapkan Zonasi Penerimaan Siswa Baru
Halaman 13 Banjarmasin Post Edisi Selasa (30/5/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -Telepon genggam Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Banjarmasin, Tumiran terus berdering. Dari balik ponsel itu terdengar percakapan terkait kepastian mekanisme pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) apakah menggunakan sistem zonasi seperti yang dianjurkan Mendikbud atau tidak.

Ternyata penelepon itu adalah para kepala sekolah SMA di Kota Banjarmasin yang ingin segera mendapatkan kabar kepastian mengenai PPDB yang hingga kini masih terjadi tarik ulur dan beda-beda penafsiran. Maklum saja, sistem zonasi sesuai yang dharapkan Mendikbud merupakan hal baru di daerah ini.

Wajar saja mereka menghubungi Tumiran, lantaran pria yangjuga Kepala SMAN 4 Banjarmasin ini diberi amanah Dinas Pendidikan Kalsel agar menyukseskan PPDB baik secara off line maupun secara online di Banjarmasin. Banyak yang bertanya karena penyebabnya ada yang terbaru, kalau kini penerapannya menuungakan sistem zonasi.

"Kita terapkan zonasi karena edaran menteri pendidikan dan alasannya adalah untuk pemerataan mutu pendidikan. Jadi nanti tidak ada lagi sekolah yang dispesialkan dan harus sama mutunya, dan juga sama favoritnya," terangnya, Senin (29/5).

Lebih lanjut dia menjelaskan, pada 2017 ini penerapan zonasi belum seluruhnya karena kondisi lingkungan. "Misalnya Kotabaru, Tabalong juga berat melakukan zonasi. Jangankan itu, di Batola saja susah banget karena jika menerapkan makanisme itu siswanya kurang," paparnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, MKKS SMA se-Kalse sudah siap melaksanakan PPDB menggunakan sistem zonasi adalah Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. "Yang lainnya masih ada menyusul. Untuk Banjarmasin menjadi kewenangan MKKS dalam pelaksanaan PPDB online," kata Tumiran.

Diterangkan Tumiran pendaftaran umum dengan sistem zonasi dibuka, Senin (12/6) higga Rabu (14/6) dan pengumumannya pada Kamis (15/6). "Teknisnya calon siswa bisa memilih tiga pilihan sekolah. Dari tiga pilihan sekurang kurangnya adalah satu pilihan untuk SMA Swasta," terang Tumiran.

Meski menggunakan zonasi, sambung Tumiran, tetap panitia penyelkenggaran di sekolah akan menggunakan sistem rangking. Sementara untuk zonasi tidak hanya akan diteapkan oleh Banjarmasin, juga akan diterapkan untuk SMA di seputar Kota Banjarbaru.

Menurut Ketua MKKS SMA yang juga Kepala SMAN1 Banjarbaru, Eko Sanyoto, menjelaskan Banjarbaru dibagi menjadi empat zona (lihat tabel), di mana mekanismenya pendaftaraannya ada dua proses, yakni jalur bina lingkungan berdasarkan KK, siswa tidak mampu plus prestasi dan juga ada jalur reguler yang menggunakan zona. "Di luar zona 10 persen. Dan untuk jalur non reguler, termasuk jalur prestasi dibuka di sekolah pada 6-7 Juni ," kata Eko Sanyoto.

Bukan hanya itu, di Kabupaten Banjar juga dilakukan dengan sistem zonasi, di mana menurut ketua MKKS SMA Kabupaten banjar, Indriyono mejelaskan berdasarkan rapat MKKS kabupaten Banjar, untuk Kabupaten Banjar dibagi sebanyak sembilan zona penerimaan peserta didik baru.

"Untuk pendaftaran waktunya sama dengan biasa. Namun untuk yang membuka jalur prestasi sementara ini, SMAN1 Martapura, SMAN1 Gambut yang sudah siap. Untuk SMA lain ada yang menyusul," kata Indriyono. (Lis).

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved