Berita Nasional

Dapat Predikat Disclaimer dari BPK, Menteri Susi Langsung Lakukan Penghematan Rp 66 Triliun

Menanggapi hal tersebut Menteri KKP Susi Pudjiastuti mengaku akan memperbaiki keuangan kementerian yang dipimpinnya sehingga lebih efektif dan efisien

Dapat Predikat Disclaimer dari BPK, Menteri Susi Langsung Lakukan Penghematan Rp 66 Triliun
kompas.com
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Berdasarkan laporan keuangan 2016 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendapatkan opini Tidak Menyatakan Pendapat atau Disclaimer dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menanggapi hal tersebut Menteri KKP Susi Pudjiastuti mengaku akan memperbaiki keuangan kementerian yang dipimpinnya sehingga lebih efektif dan efisien.

"BPK disclaimer laporan keuangan, kita akan perbaiki, KKP selalu mencoba berbuat seefektif dan seefisien mungkin," ujar Susi Pudjiastuti dalam sambutannya saat buka puasa bersama media di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Rabu (31/5/2017).

Susi menceritakan di masa awal kepemimpinannya, BPK juga memberikan opini disclaimer kepada kementerian KKP.

Saat itu Susi mengaku langsung melakukan perbaikan dengan melakukan penghematan besar-besaran hingga Rp 66 triliun.

"‎Di tahun pertama kita juga mendapatkan disclaimer, tetapi kita kembalikan self blocking (penghematan) ke negara Rp 66 triliun," ungkap Susi.

Diketahui, opini Disclaimer itu diperkirakan, didapat KKP lantaran adanya permasalahan seperti pada laporan pengadaan kapal dan untuk para nelayan.

Atas hal itu, Susi yakin pasti dapat membenahinya baik dengan penghematan maupun cara lainnya.

‎"Ini juga penghematan luar biasa, dengan menghilangkan kata-kata yang nggak perlu. Ada persoalan kapal, ada urusan tanah. Jadi nanti kita akan pelajari dan perbaiki," kata Susi. (*)

Berita ini sudah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Kata Menteri Susi Soal Kementeriannya Kembali Berpredikat Disclaimer dari BPK

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help