Kriminalitas Kabupaten Banjar

HIndari Polisi, Utuh Simpan Zenith di Pohon Pisang

Keduanya semula dibekuk unit Reskrim Polsek Simpang Empat yang dipimpin Kanit Reskrimnya, Bripka Suparjo Yohanes di dua tempat berbeda.

HIndari Polisi, Utuh Simpan Zenith di Pohon Pisang
Halaman 1 Metro Banjar Edisi Kamis (1/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Beragam cara dilakukan pengedar narkoba guna mengelabui aksinya dari aparat kepolisian. Seperti yang dilakukan dua pria asal Desa Balian dan Guntung Sarung Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Salim (29) dan Samsuni (29).

Keduanya semula dibekuk unit Reskrim Polsek Simpang Empat yang dipimpin Kanit Reskrimnya, Bripka Suparjo Yohanes di dua tempat berbeda.

Penangkapan dua antek pil koplo itu berawal dari diamankannya seorang pria yang diketahui mabuk di kawasan Simpang Empat. Dari keterangannya pula, saksi tersebut pun memberitahukan barang haram tersebut semula dibelinya dari Salim.

Sementara Salim, saat disambangi petugas Polsek Simpang Empat, seolah mengaku tidak merasa bersalah atas tudingan tersebut. Ia bahkan sempat menantang dan mempersilahkan petugas kepolisian melakukan penggeladahan obat-obatan daftar G itu di rumahnya.

Sementara polisi yang mengetahui gelagat mencurigakan tersangka, langsung memeriksa tumpukan batako yang sebelumnya diduduki Salim.

Dari tempat tersebut, petugas menemukan sebanyak 90 butir zenith. Tak sampai di situ, petugas kemudian kembali menuju kediaman pengedar zenith lainnya.

Berdasarkan nyanyian Salim, akhirnya Samsuni alias Utuh diciduk di rumahnya RT 4 Dusun Guntung Sarung Simpang Empat, Selasa (30/5) siang kemarin.

Namun yang tak kalah menarik, cara Pria berusia 29 tahun ini hendak mengelabui anggota kepolisian atas bisnis haramnya tersebut. Utuh ternyata tidak menyimpan obat-obatan terlarang itu di dalam rumahnya. Sehingga tak heran, saat polisi melakukan penggeladahan di seluruh sudut ruangan kediamannya pun Utuh seolah tenang.

Namun kecemasan mulai meliputi ubun-ubunnya setelah unit reskrim Polsek Simpang menyasar sebuah kebun pohon di belakang rumahnya.

Mengingat persis di bawah pohon pisang dan tumpukan daunnya tersebut, ternyata sebanyak 3.200 butir zenith milik Utuh tersimpan.

Utuh mengaku adapun menjalani bisnis haram tersebut sebetulnya baru sekitar tiga bulan yang lalu. Berdalih lantaran tak memiliki pekerjaan tetap, sehingga ia pun perlahan-lahan terlena dengan keuntungan yang dijanjikan lewat bisnis haramnya, zenit tersebut.

"Tergantung, karena 30 box bisa saja habis hanya setengah bulan. Sementara untung perbox saya dapat persen Rp 80 ribu dari harga beli Rp 200 ribunya, " ujar Utuh.

Utuh juga tidak menampik, ketika dituding pasokan zenith yang diperoleh Salim berasal darinya. Sementara ia sendiri, mendapatkan barang haram tersebut dari seorang penjual yang tiap saat mengantarkannya langsung.

"Ya, dulu istri saya juga pernah tertangkap. Tapi sekarang sudah bebas, dan ternyata malah giliran saya, " ujarnya dengan nada menyesal kepada petugas.

Terpisah Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete melalui Kapolsek Simpang Empat, AKP Wahyu Iswoyo, S.I.K pun membenarkan pihaknya telah mengamankan dua pengedar zenith. Menurut Wahyu, adapun dua pelaku tersebut sebelumnya memang merupakan target operasi pihaknya.(gha)

Baca di Harian Metro Banjar Edisi Kamis (1/6/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved