Pemberontakan di Filipina Selatan

Indonesia Galang Kekuatan Bersama Australia

Kelompok Islamic State of Iraq & Sham (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Suriah akan membangun basis di Asia Tenggara.

Indonesia Galang Kekuatan Bersama Australia
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (1/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kelompok Islamic State of Iraq & Sham (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Suriah akan membangun basis di Asia Tenggara. Tepatnya di wilayah Marawi, Perairan Sulu, Filipina Selatan.

Mengantisipasi hal itu, Menkopolhukam menegaskan Indonesia bersama Australia sepakat menjalin kerja sama melawan pendirian basis ISIS di Filipina Selatan. Indonesia dan Australia juga berencana mengajak Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina dan New Zealand bergabung bersama melawan ISIS di Asia Tenggara.

“Perbincangan saya dengan Jaksa Agung dari Australia, kita sepakat membangun kebersamaan melawan pembangunan basis ISIS Asia Tenggara di Filipina Selatan. Kita ingin mengajak New Zealand, Australia, Malaysia, Brunei, Filipina bersama memberantas terorisme yang akan berbasis di Filipina Selatan,” kata Wiranto di kantornya, akhir pekan tadi.

Menurut wiranto, kelompok ISIS yang berpusat di Suriah melaksanakan konsep konvergen. Mereka merekrut simpatisan ISIS dari sejumlah negara. Termasuk yang direkrut simpatisan ISIS dari Indonesia, Australia, Rusia, dan Cina.

Simpatisan ISIS diajak latihan perang bersama dan didoktrin dengan ideologi bersama. Namun ketika, basis mereka di Suriah dihancurkan oleh kekuatan koalisi negara, kelompok ISIS kemudian menjalankan pola divergensi.

Simpatisan-simpatisan ISIS yang sudah terlatih disebar untuk melakukan teror di negara asal mereka. “Tatkala basisnya (ISIS) dihancurkan oleh satu kekuatan koalisi negara, mereka menggunakan pola divergensi, menyebarkan para teroris yang sudah terlatih ke negara-negara asal mereka. Dan mereka berencana membangun basis yang baru termasuk ke Asia Tenggara. Mereka memilih di Filipina Selatan,” papar Wiranto.

TNI Jaga Intim

TNI Angkatan Darat mengatakan, wilayah Indonesia timur rawan jadi pintu masuk ISIS sudah dijaga ketat.

“Wilayah Indonesia terdekat itu Sulawesi Utara, di Ambon, di Halmahera. Nah itu sudah diantisipasi Panglima Kodam masing-masing,” kata Brigjen TNI Alfred Denny Tuejeh, Kadispenad, di Jakarta Pusat, Rabu (31/5).

Alfred menyebut, TNI AD selalu waspada masuknya teroris ke Indonesia. Apalagi belakangan muncul teror di Indonesia.

“Angkatan Darat mewaspadai terhadap teroris sejak munculnya teroris di Indonesia, maka kita selalu mewaspadai apapun kegiatan yang memungkinkan teroris untuk muncul di Indonesia, begitu terjadi kasus di Filipina Pangdam 13 Merdeka Pangdam Pattimura, itu menginformasikan ke saya kondisi disana,” ujarnya. (cnni)

Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (1/6/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help