Bom Kampung Melayu

Kesaksian Warga, Pasutri yang Diduga Terkait Teroris Berubah Sejak Ada Pengajian di Rumahnya

Pasutri AS dan M ditangkap aparat keamanan karena diduga terlibat pengeboman di Terminal Kampung Melayu, pada beberapa waktu lalu.

Kesaksian Warga, Pasutri yang Diduga Terkait Teroris Berubah Sejak Ada Pengajian di Rumahnya
Warta Kota/Alex Suban
Alex Suban/Alex Suban Anggota Densus 88 dan Satuan Gerak Cepat Polres Metro, Jakarta Timur berjalan seusai menggerebek dan menggeledah sebuah rumah komplotan Teroris Kampung Melayu di Jalan Bambu Kuning Utara, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (30/5/2017). Polisi menyita sepeda motor, hard disk, selebaran ISIS dan beberapa plat nomor. Warta Kota/Alex Suban 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pasangan suami-istri (pasutri), AS dan M, ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di sebuah pom bensin Ceger, kawasan Cipayung, Jakarta Timur, pada Selasa (31/5/2017) sekitar pukul 06.30 WIB.

Mereka ditangkap aparat keamanan karena diduga terlibat pengeboman di Terminal Kampung Melayu, pada beberapa waktu lalu.

 Berdasarkan informasi yang dihimpun, mereka diamankan saat sedang mengisi bensin sebelum mengantarkan CH (9), anak perempuan pasutri itu berangkat ke sekolah.

Setelah kedua orangtuanya diamankan, anak itu kini dirawat nenek dari AS yang tinggal di Ceger.

Dia menjadi saksi mata bagaimana kedua orang tuanya diamankan.

Bahkan, menurut keterangan tetangga rumah di Jalan Bambu Kuning Utara RT/RW 007/02, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, anak yang menderita penyakit leukimia itu sempat mengatakan ayahnya, AS, diborgol aparat kepolisian.

Tempat tinggal pasutri itu hanya berjarak sekitar 300 meter dari Polsek Cipayung yang berada di Jalan Mabes Hankam Nomor 1 RT/RW 004/02. Rumah berada di antara pemukiman padat penduduk yang mayoritas dihuni Suku Betawi.

Garis polisi berwarna kuning masih dipasang di sekitar kediaman pasutri itu. Setelah menangkap AS dan M, aparat kepolisian sempat menggeledah kediaman itu pada Selasa sore. Dari tempat itu disita kain, sebuah buku, hardisc, dan dua sepeda motor milik terduga teroris.

Dari luar terlihat di dalam kediaman rumah itu berantakan. Barang-barang, seperti mainan anak, foto, berserakan di lantai. Debu dan bau tak sedap tercium dari tempat tersebut.

Ketua RT/RW 007/02, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Dimas Jaelani, mengatakan pasutri itu bergaul seperti biasa dengan warga lainnya. Namun, sebelum insiden bom di Kampung Melayu, mereka jarang berkomunikasi.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help