Pemberontakan di Filipina Selatan

Satu Tewas dalam Bentrok Senjata, Polisi Filipina Buru Tujuh WNI

Tujuh warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan telah bergabung dengan kelompok pemberontak Maute yang berafiliasi dengan ISIS.

Satu Tewas dalam Bentrok Senjata, Polisi Filipina Buru Tujuh WNI
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (1/6/2017) 

BANJARAMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Tujuh warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan telah bergabung dengan kelompok pemberontak Maute yang berafiliasi dengan ISIS. Ketujuh WNI diduga ikut terlibat dalam penyerangan bersama kelompok militan Maute ke Marawi.

Kepolisian Filipina (Philippine National Police/PNP) telah memasukkan nama tujuh WNI itu dalam daftar pencarian orang (DPO). Bergabungnya tujuh WNI dengan kelompok pemberontak Maute diamini Kombes Pol Martinus Sitompul, Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri. Ketujuh WNI itu telah masuk daftar pencarian orang di Filipina.

“Kepolisian Filipina merilis tujuh WNI yang patut diduga terlibat dalam penyerangan Marawi,” ujar Martinus, Rabu (31/5).

Ketujuh WNI itu yakni Anggara Suprayogi (32) yang berdomisili di Cibodas, Tangerang, Yayat Hidayat Tarli (31), Al Ikhwan Yushel (25), Yoki Pratama Windyarto (21), dan Muhammad Ilham Syahputra ke Filipina pada 29 November 2016, serta Mochammad Jaelani Firdaus dan Muhammad Gufron yang berangkat ke Filipina pada 7 Maret 2017.

Bentrok senjata antara militer Filipina dan kelompok militan Maute masih terjadi di Marawi.

Hingga kemarin, sudah 89 anggota kelompok pemberontak Maute dalam bentrokan dengan militer Filipina. Satu di antara korban tewas diketahui WNI atas nama Muhammad Ilham Syahputra.

Kata Martinus, Muhammad Ilham Syahputra meninggal dunia dalam pertempuran di Marawi. Mengutip Brigjen Bristituto Padfilla, juru bicara militer Filipina, Ilham meninggal dalam pertempuran di Marawi. “Tetapi sampai sekarang belum ada ditemukan jasadnya,” jelas Martinus.

Ketujuh WNI itu masuk secara legal ke Filipina karena rekam perjalanan mereka tercatat.

Divisi Humas Polri juga mengunggah gambar wajah keempat WNI itu di berbagai media sosial.

Sumber intelejen Filipina mengatakan, ada 400-500 petempur di Marawi, sebagaimana dilaporkan Reuters pada Selasa (30/5) lalu.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved