Berita Kalteng

Ketua IMI Kobar dan Sang Anak Jadi Korban Penganiayaan Oknum TNI AU

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Kotawaringin Barat, Freddy (53) dan anaknya, Giancarlo Fiesta (18) menjadi korban pemukulan di jalan raya

Ketua IMI Kobar dan Sang Anak Jadi Korban Penganiayaan Oknum TNI AU
net
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PANGKALAN BUN - Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Freddy (53) dan anaknya, Giancarlo Fiesta (18) menjadi korban pemukulan di jalan raya.

Pelaku diduga seorang oknum perwira yang bertugas di TNI Angkatan Udara (Lanud) Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Kasus terjadi pada Rabu (31/5/2017) malam, tanpa banyak orang yang mengetahui. Namun, cerita menyebar luas melalui media sosial.

Kepada Kompas.com di kediamannya, Jalan Pelita, Pasir Panjang, Pangkalan Bun, Kamis (1/6/2017) malam, Freddy menjelaskan kronologi kejadian.

Sebelum pemukulan terjadi, ia dan teman-temannya hendak mendahului mobil yang dikemudikan anggota TNI AU itu, di kawasan Bundaran Pancasila Pangkalan Bun. Namun, mobil anggota TNI AU itu memotong laju mobil pikap Hilux yang dikemudikan Freddy.

Setelah melihat yang membawa mobil di depannya bertampang aparat, Freddy kemudian urung mendahului mobil itu. Ia selalu berada di belakangnya hingga menjelang sampai ke kediamannya, di Pasir Panjang, sekitar 1,5 kilometer dari Bundaran Pancasila.

Di dekat simpang jalan menuju ke rumahnya, ia berhenti untuk menurunkan salah satu temannya yang menumpang.

Di situlah insiden tak mengenakkan itu terjadi. Mobil di depannya pun berhenti. Ia dan anaknya yang dikenal sebagai pembalap muda yang kerap merajai ajang motorcross se-Kalimantan itu dipukul. Mereka berdua pun tersungkur ke tanah.

"Gian dipukul saat menghalangi karena saya mau dipukul lagi," kata Fredy.

Pasca insiden itu, ia dan keluarganya pun melapor ke polisi. Namun, karena bersinggungan dengan TNI, polisi mengarahkan agar laporan dibuat ke polisi militer. Hingga Kamis (1/6/2017) malam, keluarga meminta aparat itu ditindak tegas secara hukum.

"Enggak bisa minta damai setelah memukul orang," kata Tri Handoyo, adik ipar Fredy.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved