Kalsel Incar Anugerah API 2017

NEWS ANALYSIS Akademisi Fisip ULM Fitriyadi: Lemah Daya Dukung

Kalsel memiliki pariwisata yang tak kalah indah dibandingkan daerah lain di Indonesia. Pariwisata di Kalsel nilai keindahan lain.

NEWS ANALYSIS Akademisi Fisip ULM Fitriyadi: Lemah Daya Dukung
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Jumat (2/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kalsel memiliki pariwisata yang tak kalah indah dibandingkan daerah lain di Indonesia. Pariwisata di Kalimantan Selatan (Kalsel) nilai keindahan lain.

Namun dalam penilaian, pariwisata tak hanya potensi alam atau yang sudah disediakan oleh alam, baik itu panorama dan fotografi namun juga tata kelola yang baik.

Selama ini Kalsel memiliki banyak pariwisata menonjol dan potensial namun pengelolaan khususnya infrastruktur dan suprastrukturnya belum maksimal.

Saat ingin menuju ke sebuah tempat pariwisata tentu yang ada di pikiran adalah akses jalan, transportasi, rest area hingga penginapan. Ketika hal tersebut menjadi pertimbangan, orang akan malas ke objek wisata tersebut jika fasilitas tersebut tak memadai.

Pariwisata Kalsel juga juga tidak memiliki agenda rutin budaya yang bisa menjadi referensi wisatawan. Selain itu banyak potensi alam yang dijadikan objek wisata namun tak terawat.

Pariwisata kuliner juga termasuk yang belum optimal. Sebagai seseorang yang juga sudah melihat objek pariwisata di daerah lain, Kalsel masih jauh dibanding wisata kuliner dari Bandung, Kota Tua Semarang, Palembang dan daerah lain.

Kalsel memiliki kuliner yang tak kalah menarik dari daerah lain, namun sampai kini tak maksimal dikelola. Ini dilihat dari daya dukungnya. Daya dukung misalnya, bangunan, lokasi, area parkir dan kebersihan belum dibuat sebaik mungkin.

Terkait peluang Kalsel menang dalam Anugerah Sapta Pesona, ada dua variabel atau faktor yang dapat menjadi modal yaitu variabel substansi atau penilaian utama dan variabel intermediate atau pendukung.

Variabel pokok tentu objek wisata itu misalnya nilai sejarah, keindahan dan lain-lain. Selain itu pendukung lain misalnya transportasi, infrastruktur sebagai tata kelola. Sedang variabel intermediate adalah voting itu. (rii)

Baca lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Jumat (2/6/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help