Berita Banjarmasin

Keren, 7 Personel Polres Tala Ini Dapat Penghargaan BI dan Kapolri Karena Ungkap Peredaran Upal

Penghargaan langsung diberikan oleh. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian secara simbolis

Keren, 7 Personel Polres Tala Ini Dapat Penghargaan BI dan Kapolri Karena Ungkap Peredaran Upal
banjarmasinpost.co.id/Humas Polda Kalsel
Anggota Polres Tala, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel Harymurthy Gunawan didampingi Kapolda Brigjen Rachmat Mulyana, foto bersama usai penyerahan penghargaan dari Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo dan Kapolri Tito Karnavian karena berjasa dalam mengungkap peredaran uang palsu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANjARMASIN - Dinilai turut andil dalam pengungkapan kasus tindak pidana di bidang sistem pembayaran dan tindak pidana pemalsuan uang rupiah, tujuh anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Pelaihari Polres Tanah Laut menerima penghargaan dari Bank Indonesia, Senin (5/6) sore.

Mereka adalah Aiptu Johny Sugianto, Brigadir M Hasani, Bripka Panji Suaka, Bripka Pakhriannur, Bripka Nurcipto W, Bripka Umar Said serta seorang polwan Bripda Cici A.

Penghargaan langsung diberikan oleh Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian secara simbolis kepada beberapa personil di Jakarta, Dan secara simbolis untuk di Polda Kalsel diserahkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel Harymurthy Gunawan didampingi Kapolda Brigjen Rachmat Mulyana,

Menurut Harymurthy pengungkapan kasus tersebut adalah prestasi luar biasa dari Kepolisian di daerah ini. Selain proses pengungkapannya yang cepat hingga menangkap produsennya ke Pulau Jawa dan kualitas uang palsunya pun cukup bagus..

Kapolda Kalsel Brigjen Rachmat Mulyana berharap reward tersebut bisa dijadikan motivasi bagi seluruh anggota dalam usaha pengungkapan kasus besar.

Sekedar diketahui, ketujuh anggota ini berhasil mengungkap kasus tindak pidana uang palsu pada
15 Februari 2016 silam. Awalnya dari penangkapan tersangka Suriansyah (65) di rumah kost Jalan Atilam RT 07/03 Kelurahan Pabahanan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut dengan barang bukti uang palsu sebesar Rp 4.800.000.

Penyidik kemudian terus dikembangkan hingga menangkap produsen pencetak uang palsu di
Solo, Jawa Tengah. Menurut keterangan dari para tersangka pembuat uang palsu sudah beredar sekitar Rp3 miliar - Rp4 Miliar. (*)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved