Hanya dengan Tato, Penderita Diabetes Cukup Sekali Menusukan Jarum Mengetahui Kadar Glukosa

Para peneliti di MIT telah mengembangkan tinta tato dengan sensor biologis yang bisa membantu seseorang mengetahui kondisi kesehatannya.

Hanya dengan Tato, Penderita Diabetes Cukup Sekali Menusukan Jarum Mengetahui Kadar Glukosa
thinkstockPhoto
Tato 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Para peneliti di MIT telah mengembangkan tinta tato dengan sensor biologis yang bisa membantu seseorang mengetahui kondisi kesehatannya. Tinta yang disebut DermalAbyss ini bisa berubah warna sesuai dengan perubahan cairan tubuh pada sel-sel tubuh manusia.

Hal ini bisa diterapkan sebagai sensor untuk penderita diabetes atau kondisi kesehatan lain yang memerlukan monitor terus menerus. Biasanya penderita diabetes harus menusuk dirinya 3 hingga 10 kali per hari untuk mengetahui kadar glukosa dalam darahnya. Menggunakan DermalAbyss, mereka cukup sekali saja menusukkan jarum dalam bentuk tato (walau secara teknis pembuatan tato memerlukan ribuan kali tusukan).

Sejauh ini para peneliti telah mengembangkan biosensor berdasar tiga data biokimiawi. Yang pertama adalah sensor glukosa yang akan mengubah warna biru menjadi coklat saat gula darah naik. Kedua, sensor pH yang berubah dari ungu menjadi merah jambu saat basa naik, dan ketiga sensor sodium yang menjadi hijau pekat di bawah sinar ultraviolet saat kadar garam naik.

“DermalAbyss ini menciptakan akses langsung ke tubuh dan menjadi gambaran proses metabolisme tubuh dalam bentuk tato,” tulis para peneliti. “Cara ini bisa dipakai untuk memonitor kondisi tubuh terus menerus, tanpa orang berulangkali harus diambil darahnya.”

Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help