Kuliner Turki di Jakarta: Ayamnya Empuk, Gurih, Dipadu Nasi Kacang dan Bawang Bombay, Hmmm

Rasanya sedikit gurih. Daging ayam terasa empuk ketika mulai digigit. Di dalam piring, ada kacang arab juga irisan bawang bombay.

Kuliner Turki di Jakarta: Ayamnya Empuk, Gurih, Dipadu Nasi Kacang dan Bawang Bombay, Hmmm
Kompas.com
Seporsi Soganli tavuk (nasi kacang ayam) hasil masakan koki asal Turki, Sezai Zorlu di Pasar Santa, Jakarta, Senin (5/6/2017). Nasi ala Turki dimasak dengan cara ditumis bersama bawang bombay, butter, lada hitam, dan kaldu ayam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Rasanya sedikit gurih. Daging ayam terasa empuk ketika mulai digigit. Di dalam piring, ada kacang arab juga irisan bawang bombay. Soganli tavuk, begitu nama kuliner asal Turki itu.

Bagi Sezai Zorlu, koki asal Turki sekaligus pemilik restoran khas Turki "Warung Turki" dan Turkuaz, soganli tavuk adalah makanan yang lekat dengan kenangan keluarganya.

Di luar itu, soganli tavuk juga dikenal sebagai makanan rumahan di Turki.

"Makanan ini sebenarnya memorinya sangat kuat ya. Duku karena ibu saya masak karena kita bukan orang kaya raya yang setiap hari makan daging. Tiga minggu sekali ibu saya membeli daging ayam dan dimasak persis seperti ini," kata Sezai saat berbincang dengan KompasTravel beberapa waktu lalu.

Soganli tavuk biasa hadir pada setiap makan malam bagi warga Turki.

Makanan berupa nasi, kacang arab dan irisan bawang bombay itu bahkan sudah turun temurun dikonsumsi di negara Turki.

"Itu (soganli tavuk) sudah ada dari tahun 1300. Itu dimasak dari zaman kerajaan. Pun di raja jadi bukan makanan ekslusif. Raja suka banget (soganli tavuk)," jelasnya.

Dahulu pada zaman Kerajaan Usmaniyah (Ottoman), para koki memasak soganli tavuk di pelataran halaman kerajaan. Menurut Sezai, pada era itu koki-koki kerajaan memasak soganli tavuk dalam porsi besar.

"Itu masak nasi sebelum ada wajan teflon, di wajan kuningan. Sekali masak bisa untuk lima puluh porsi," ujar Sezai.

Nasi yang dimasak untuk soganli tavuk juga berbeda dengan biasanya. Nasi bukan dikukus seperti biasa dilakukan di Indonesia.

Koki-koki atau warga Turki memasak nasi dengan cara menumis bersama bawang bombay, minyak zaitun, mentega, kaldu ayam, juga lada hitam. Sebelumnya, beras dicuci sebanyak dua kali kemudian direndam. (*)

Dikutip dari KOMPAS.com dengan judul: Soganli Tavuk, Kuliner Bersejarah Asal Turki Sejak Tahun 1300

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help