Berita Banjarmasin

NEW ANALYSIS: Konflik Kepentingan

Saudi marah lalu merembet ke masalah lain. Saudi meminta ketegasan Qatar di mana sebenarnya Qatar berdiri. Akhirnya Saudi tak tahan dengan sikap Qatar

NEW ANALYSIS: Konflik Kepentingan
dokumen
BPost edisi Kamis (8/6/2017) 

Mirza Satria Buana, Pengajar Hukum Internasional FH ULM

BANJARMASINPOST.CO.ID - GEJOLAK di Timur Tengah tidak lepas dari politik proxy war. Perang boneka. Apa yang terjadi saat ini imbas dari konflik muatan politik. Ya, sarat muatan politik. Qatar diblokir karena tidak tegas memihak siapa. Qatar kadang dekat dengan Saudi, kadang dekat Iran. Selama ini Qatar mendua kaki.

Saudi marah lalu merembet ke masalah lain. Saudi meminta ketegasan Qatar di mana sebenarnya Qatar berdiri. Akhirnya Saudi tak tahan dengan sikap Qatar.

Apalagi Qatar mendukung Ikhwanul Muslimin (IM). Padahal IM dinyatakan teroris oleh saudi.

Bukan hanya Arab Saudi, sejumlah negara lainnya secara mengejutkan ikut memutus hubungan dengan Qatar. Mereka adalah Bahrain, Uni Emirat Arab, Mesir, Yaman, Libya, Maladewa dan Mauritius.

Beberapa negara yang mengekor Saudi memiliki kepentingan terutama dana dan dukungan politik. Misal, rezim monarkhi Bahrain sangat bergantung pada rezim Saudi. Karena itu,mereka mengikuti langkah Saudi.

Sedang Mesir tidak sepakat dengan Qatar karena melindungi Ikhwanul Muslimin yang notabene dianggap teroris juga.

Perang kepentingan terus berlanjut, dan menurut saya ada keterkaitannya. Terbaru, serangan Iran yang menelan banyak korban tewas.

Iran itu syiah. Arab Saudi tidak suka terhadap kubu syiah Iran. Ada aktor yang bermain di belakang. Ini perang dua raksasa suni dan syiah.

Selengkapnya baca harian Banjarmasin Post, Kamis (8/6/2017), atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

BPost edisi Kamis (8/6/2017)
BPost edisi Kamis (8/6/2017) (dokumen)
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help