Berita Banjarmasin

Pertamina Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman Selama Ramadan dan Lebaran

di wilayah Kalsel, untuk produk Premium Pertamina telah menyiapkan stok hingga 1.050 KL per hari atau meningkat sebesar lima peraen dari rata-rata

Pertamina Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman Selama Ramadan dan Lebaran
banjarmasinpost.co.id/sudarti
Para pengendara sepeda motor dan mobil antre untuk mendapatkan BBM 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menghadapi Ramadan dan IdulFitri 1438 Hijriah, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI memastikan stok BBM dan elpiji di Pulau Kalimantan aman.

Dengan catatan, tren peningkatan konsumsi BBM dan elpiji yang terjadi selama ini, Pertamina telah menyiapkan stok tambahan yang bervariasi di tiap-tiap daerah dengan rata-rata kenaikan tujuh persen untuk produk BBM dan enam persen untuk elpiji.

Area Manager Communication & Relations Pertamina Kalimantan, Alicia Irzanova menyampaikan kenaikan konsumsi BBM dan elpiji pada Ramadan dan Idul Fitri merupakan hal yang sudah lumrah terjadi terutama jelang arus mudik dan arus balik.

Sebagai contoh di wilayah Kalsel, untuk produk Premium Pertamina telah menyiapkan stok hingga 1.050 KL per hari atau meningkat sebesar lima peraen dari rata-rata harian normal.

Tak hanya itu, Pertalite sebagai salah satu BBM unggulan Pertamina dengan angka oktan 90 juga telah disiapkan antisipasi kenaikannya hingga 16 persen atau sejumlah 401 KL per hari.

Sedangkan untuk bahan bakar minyak subsidi atau yang lazim disebut Public Service Obligation (PSO) seperti Solar diantisipasi mengalami peningkatan yang relatif lebih sedikit yakni sebesar tiga persen dengan rata-rata harian konsumsi 903 KL jika dibandingkan dengan konsumsi normal.

Diikuti produk minyak tanah subsidi yang meningkat tidak terlalu signifikan dengan konsumsi 59 KL per hari.

Tidak jauh berbeda dengan produk BBM, Pertamina juga telah menyiapakan antisipasi kenaikan konsumsi produk elpiji berbagai ukuran. Untuk produk elpiji tiga kilogram disiapkan antisipasi hingga 11 persen atau sekitar 291 MT/hari jika dibandingkan dengan rata-rata konsumsi normal.

"Sedangkan untuk elpiji Non-Subsidi diprediksi meningkat tidak terlalu signifikan dengan rata-rata konsumsi 25.52 MT/hari," katanya.

Guna mengakomodasi kenaikan tren konsumsi berbagai produk tersebut, selain menambah stok produk merujuk tren yang timbul pada tahun sebelumnya, Pertamina juga telah menyiapkan berbagai strategi guna mengamankan distribusi BBM dan elpiji ke masyarakat.

“Pertamina telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang mulai aktif bekerja pada H-15 hingga H+15 Idul Fitri. Bahkan pada H-5 s.d H+5 Idul Fitri, supply point dan satgas akan bekerja selama 24 Jam sebagai antisipasi padatnya arus mudik lebaran di beberapa wilayah di Kalimantan," ujarnya.

Satgas ini dibentuk dalam rangka memonitor stok BBM dan elpiji secara lebih komprehensif yang diperkuat oleh person in charge (PIC) dari berbagai fungsi diantaranya Sales Excecutive baik Retail Maupun Domestic Gas, Aviasi, Supply & Distribution, Keuangan, IT dan didukung penuh oleh Hiswana Migas serta berbagai fungsi dan instansi terkait lainnya.

“tidak hanya membentuk Satgas yang beranggotakan Internal Pertamina, koordinasi dengan pihak eksternal seperti pemerintah daerah setempat, pihak kepolisian hingga dinas-dinas terkait akan terus kami lakukan”, pungkas Alicia.

Penulis: Hasby
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help