Berita Banjarmasin

Waduh! Orangtua Keluhkan Sistem Zonasi Sekolah, Akhirnya Ridho Pun Pilih Pesantren

“Soalnya rumah saya di wilayah Banjarmasin Barat, jadi tidak ada sekolah reguler yang cocok di sana"

Waduh! Orangtua Keluhkan Sistem Zonasi Sekolah, Akhirnya Ridho Pun Pilih Pesantren
dokumen
BPost edisi Jumat (9/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jauh-jauh hari sejak mendengar penerapan sistem zonasi pada penerimaan siswa baru SMP, Rahman langsung mendaftarkan anaknya ke madrasah tsanawiyah (Mts) di Mulawarman, Kota Banjarmasin. Padahal, awalnya dia ingin mendaftarkan anaknya ke satu SMP negeri favorit di kompleks pelajar itu.

Namun, apa daya, sistem zonasi memaksa Rahman tak bisa mendaftarkan anaknya ke sekolah itu. “Soalnya rumah saya di wilayah Banjarmasin Barat, jadi tidak ada sekolah reguler yang cocok di sana,” ungkapnya, Rabu (7/6).

Tahun ajaran 2017/2018 Kementerian Pendidikan menerapkan sistem zonasi untuk penerimaan siswa baru SD, SMP dan SMA. Tujuannya menghilangkan kesan sekolah favorit.

Namun, sistem zona tidak berlaku bagi sekolah di bawah kendali Kementerian Agama seperti madrasah.
Sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP melalui zonasi di Banjarmasin juga didukung peraturan wali kota (Perwali) No 22 Tahun 2017. Dalam aturan dengan sistem zonasi, jarak rumah dengan sekolah jadi faktor utama.

Melalui Perwali juga diatur bobot nilai calon siswa berdasar radius domisili dengan sekolah. Misalnya, zona radius 0-1 kilometer, punya bobot nilai 4. Kemudian zona radius 1,1 kilometer sampai 2 kilometer, bobot nilai hanya 3, dan seterusnya.

Sekolah favorit tetap dibolehkan menerima calon siswa di luar zona, namun jumlahnya sangat terbatas.
Jumlah lulusan SD di Banjarnmasin tahun ini sangat besar. Khusus 2017, SD di Banjarmasin meluluskan 11.090 murid. Sementara daya tampung SMP negeri berdasar data Disdik Kota Banjarmasin hanya 7.431 murid. Artinya, ada 3.659 lulusan SD yang bakal tidak tertampung di sekolah negeri.

Mau tidak mau harus memilih SMP swasta atau ke madrasah tsanawiyah. Bahkan, ada kekhawatiran dengan sistem zonasi ada siswa tertinggal, tidak masuk sekolah negeri dan swasta.

Menyikapi kondisi itu, Totok Agus Daryanto, Kadisdik Kota Banjarmasin meminta orangtua siswa tak perlu khawatir karena tidak hanya seolah negeri, sekolah swasta dan madrasah mencukupi menampung semua calon siswa SMP.

“Insya Allah akan cukup dengan SMP swasta dan Mts. Untuk daya tampung aman,” ucapnya.

Sistem zonasi yang memunculkan masalah baru karena siswa terbatas memilih sekolah, Totok mengatakan, penerapan sistem itu tak mengenal batas administrasi kecamatan atau kelurahan.

“Tidak dibatasi kecamatan, Yang jadi pertimbangan jarak sekolah dan rumah. Tujuan sistem itu sebenarnya pemerataan siswa dan tak ada lagi istilah sekolah favorit dan nonformal,” jelas dia.

Selengkapnya baca harian Banjarmasin Post, Jumat (9/6/2017) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

BPost edisi Jumat (9/6/2017)
BPost edisi Jumat (9/6/2017) (dokumen)
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved