Serambi Ummah

Bachrudin Ali Akhmad : Sampaikan Kebenaran, Jangan Menghujat

Berdakwah internal ebas menyampaikan materi sejauh itu diajarkan agama, yang penting tak mengganggu toleransi dalam beragama.

Bachrudin Ali Akhmad : Sampaikan Kebenaran, Jangan Menghujat
Halaman B Serambi Ummah Edisi Jumat (9/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berdakwah itu sifatnya ada yang internal dan eksternal. Berdakwah secara internal dilakukan di lingkungan muslim, sedangkan yang eksternal itu berdakwah kepada orang yang nonmuslim.

Berdakwah di masjid itu sifatnya internal, begitu juga menyampaikan dakwah melalui media muslim. Tapi kalau menyampaikan di media umum, itu dakwah secara eksternal.

Menurut Dosen Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr Phil Bachrudin Ali Akhmad MSi, dalam berdakwah di internal tak memerlukan toleransi terhadap warga nonmuslim. Jadi, bebas menyampaikan materi sejauh itu diajarkan agama, yang penting tak mengganggu toleransi dalam beragama.

Terkait hujatan yang dapat mengancam toleransi, menurut Bachudin, setiap ajaran agama tak ada menyuruh atau mengajarkan kebencian. Semua agama tidak ada yang mengajarkan sikap untuk menghujat.

“Saya yakin semua ajaran agama tak ada yang mengajarkan sikap menghujat, rasa benci dan lainnya, karena itu perbuatan yang tak baik, apalagi ajaran Islam yang lebih menekankan pada rahmatan lil alamin,” tandasnya.

Para dai dalam berdakwah tentu mengajarkan kebaikan, sebagaimana tuntunan agama. Tidak ada ayat-ayat dalam Alquran maupun hadis yang menghujat agama lain atau pemeluk agama lain.

Cuma membedakan kafir dan tidak kafir. Orang kafir itu orang yang tidak Islam. Orang kafir masuk neraka dan hal itu disampaikan dalam lingkup internal, tandasnya.

Terkait adanya imbauan dakwah jangan sampai melanggar hukum, menurut Bachruddin imbauan itu mengarah ke Islam. Seharusnya bukan begitu, dalam ajaran Islam tak ada yang menganjurkan untuk menghujat agama lain atau menjelek-jelekan agama lain ,hingga mengarah pada perpecahan.

Di internal umat sendiri sudah ada yang mengontrol, kalau ada umatnya menghina agama lain, ulama yang akan menegurnya. Kalau ulamanya yang menghina, ulama lain yang menegurnya. Makanya, untuk urusan agama serahkan ke umatnya masing-masing, karena agama itu sudah ada yang mengaturnya secara internal.

Etika dalam berdakwah, menurut Bachruddin, sebaiknya para dai menyampaikan sesuai ajaran agama masing-masing. Menyampaikan kebenaran tidak menghujat pemeluk agama lain. Lebih baik fokus mengurus dan meningkatkan keimanan umatnya.

Untuk menghindari hujatan ke pihak lain, para dai dalam berdakwah perlu ada kiat atau metode tertentu yang dilakukan, agar materi yang disampaikan mengena.

Pemerintah sendiri sebaiknya jangan terlalu apriori, sebab kalau pemerintah apriori umat Islam nantinya akan bersikap. Lebih baik bersikap obyektif, umat Islam jangan dikriminalisasi, sebab solidaritasnya dapat membentuk kekuatan sehingga bisa bersikap radikal, mengingat mayoritas muslim di negeri ini. (drt)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help