Berita Banjarmasin

NEWSVIDEO: Memprihatinkan, 80 Ribu Warga Kalsel Tak Punya Jaminan Kesehatan

Wanita lanjut usia itu hanya bisa berobat ke puskesmas terdekat. Cukup memperlihatkan KTP, Nenek Umrah bisa mendapat layanan berobat secara gratis.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Usia Nenek Umrah hampir 70 tahun. Kondisinya yang renta membuatnya rentan sakit-sakitan. Nenek Umrah hidup sebatang kara, tinggal di bedakan sederhana di Gang Sedatu RT 5 RW1 Kalurahan Kelayan Barat, Banjarmasin Selatan.

Dia sangat berharap tidak menderita sakit yang berat. Soalnya, Nenek Umrah tidak memiliki jaminan kesehatan, baik program lokal maupun program nasional seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang kini berganti nama menjadi BPJS PBI (penerima bantuan iuran).

Wanit lanjut usia itu hanya bisa berobat ke puskesmas terdekat dari rumah tinggalnya. Cukup memperlihatkan KTP, Nenek Umrah bisa mendapat layanan berobat secara gratis. Namun, puskesmas hanya melayani berobat penyakit ringan. Sementara untuk pengobatan penyakit berat bagi warga seperti Nenek Umrah hanya bisa dilakukan jika memegang kartu BPJS PBI.

Sebenarnya, Nenek Umrah ingin memiliki kartu BPJS PBI. Dia merasa beruntung, selama ini belum pernah mengalami sakit berat. Jika sakit, bisa beli obat murah di pasaran atau ke puskesmas.

"Pengin juga (punya jaminan kesehatan, Red), tapi belum ada diberi orang. Kalau yang bayar saya tidak sanggup karena hasil pendapatan mengemis hanya cukup buat makan sehari-hari," tuturnya.

Nenek Umrah sendiri memiliki kelainan pada mata kirinya. Namun apa daya, dia tidak bisa mengobati karena tidak punya biaya. "Mau berobat ke sana kesini juga, tapi tidak punya uang, jadi dibiarkan saja," ucap dia.

Nenek Umrah tidak sendiri tidak memiliki jaminan kesehatan untuk warga kurang mampu. Di Gang Sedatu juga ada Siti Khadijah. Ibu tiga anak ini tergolong warga kurang mampu.

"Kalau ikut BPJS (BPJS non-PBI, Red) kami nggak mampu, bayarnya Rp 75 ribu sebulan. Uang dari mana? Untuk bayar air leding, lampu dan ngontrak rumah saja saya nggak kuat, apalagi buat bayar BPJS,” tuturnya.

"Mudahan tak sampai ke rumah sakit. Harapan kami pemerintah memperhatikan kami," ucap wanita itu.

|Agustina, Ketua RT 5 Kelayan Barat, mengakui, di kampungnya masih ada warga kurang mampu tidak memiliki BPJS PBI. "Masih sepuluh orang belum dapat JKN. Sementara yang dapat baru 11 JKN. Sudah diusulkan yang kurang itu didata, namun belum ada lagi dapat kartunya," ujarnya.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved