Berita HST

Polairud Polda Kalsel di HST Kumpulkan 219 Unit Alat Setrum yang Diserahkan Warga

Kesadaran masyarakat di Desa Kayurabah Kecamatan Pandawan, Hulu Sungai Tengah menyerahkan alat setrum kepada pihak kepolisian perairan (Polair).

Polairud Polda Kalsel di HST Kumpulkan 219 Unit Alat Setrum yang Diserahkan Warga
banjarmasinpost.co.id/hanani
Warga HST menyerahkan alat setrum kepada petugas Polairud Polda Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI – Kesadaran masyarakat di Desa Kayurabah Kecamatan Pandawan, Hulu Sungai Tengah menyerahkan alat  setrum kepada pihak kepolisian perairan (Polair) dikuti warga Desa Bajayau Kecamatan Daha Barat, HSS. 

Mereka kini bersedia menyerahkan perangkat alat setrum, setelah Komandan KP XIII-1015 beserta ABK, Kepala Desa dan tokoh masyarakat gencar mengimbau masyarakat agar tidak menyetrum.

DAN KP XIII -1015 Bigadir Susilo, melalui press rilis, menjelaskan imbauan dalam rangka mengantisipasi maraknya penyetruman ikan menjelang musim kemarau, baik menggunakan alat setrum maupun bahan kimia untuk menjaga ekosistem akhirnya membuahkan hasil. “Alhamdulillah ada kesadaran warga Bajayau lama. Mereka menyerahkan perangkat menyetrum kepada kami,”jelas Susilo. 

Disebutkan, ada 14 unit perangkat menyetrum yang diserahkan oleh 14 warga. Mereka adalah Batrun, Sukur, Adus, Amat, Bunayan, Nayan, Napiah Taritit,Pulah,Imis,Budi, Lani, Suri, Tono dan Swan. Alat setrum tersebut sudah diamankan di Polsek setempat. Sebelumnya, di Kecamatan Pandawan dan Labuanamas Utara Hulu Sungai Tengah.

Menurut keterangan Polisi Perairan di HST, yang pos pantaunya di Desa Kayurabah Kecamatan Pandawan, Brigadir Fanlega, hingga kemarin ada 219 alat setrum yang diserahkan masyarakat kepada pihaknya, setelah sosialisasi bersama Kades dan tokoh masyarakat gencar`dilakukan kepada para nelayan setempat.

‘Jadi boleh dikatakan, masyarakat Pandawan dan Labuanamas Utara sudah menjadi pelopor sadar hukum. Mereka secara suka rela menyerahkan alat setrumnya, hingga akhirnya diikuti masyarakat di Desa Bajayau, HSS,”jelas Fanlega. Di HST, ada dua wilayah perairan yang dulunya lumbung ikan air tawar.

Wilayah tersebut, di Kecamatan Pandawan, yaitu Desa Kayu Rabah,  dan Labuan Amas Utara, yaitu di Desa Sungai Buluh, Rantau Bujur hingga Mantaas serta Tabat Pahalatan.  Wilayah perairan tersebut berbatasan dengan wilayah Hulu Sungai Selatan.  Warga, kata Fanlega mulai sadar untuk menjaga perairandari penyetruman, demi masa depan mereka sendiri yang akan kesulitan menangkap ikan, jika bibit bibit ikan mati akibat alat setrum. (*)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved