Travel

Anda Ingin Merasakan Suasana Permukiman Tradisional Korea? Tempat Ini Paling Cocok

Kekayaan peninggalan budaya Jeju disebabkan sejarah panjang yang dimiliki pulau yang berada di sebelah selatan daratan utama (mainland) Korea Selatan.

Anda Ingin Merasakan Suasana Permukiman Tradisional Korea? Tempat Ini Paling Cocok
kompas.com
Gerbang depan sekaligus pintu masuk ke Jeju Folk Village di Pulau Jeju, Korea Selatan. Foto diambil 30 Mei 2017. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JEJU - Pulau Jeju di Korea Selatan tidak hanya menyimpan keindahan alam, tapi juga kekayaan budayanya. Perpaduan alam dan budaya itu menyebabkan Jeju menjadi destinasi favorit wisatawan saat berada di Korea Selatan.

Kekayaan peninggalan budaya Jeju disebabkan sejarah panjang yang dimiliki pulau yang berada di sebelah selatan daratan utama (mainland) Korea Selatan.

Sejarah China kuno mencatat, pada abad ke-3 Masehi, Jeju merupakan wilayah kerajaan independen bernama Tamra, yang sudah menjalin hubungan dagang dengan kerajaan kuno di Korea, Jepang, hingga China.

Harga tiket dan jam operasional di Jeju Folk Village.
Harga tiket dan jam operasional di Jeju Folk Village. (kompas.com)

Secara ringkas, tradisi dan budaya peninggalan Tamra dikenal dengan istilah "serba tiga", yaitu Samda (tiga yang melimpah: angin, batu, perempuan); Sammu (tiga tanpa: tanpa pencuri, tanpa pengemis, tanpa pagar); dam Sambo (tiga kekayaan: alam dan tradisi, bahasa, dan tanaman).

Dan salah satu kawasan wisata dibangun Pemerintah Jeju untuk melestarikan sekaligus memamerkan keunikan budaya tersebut, yaitu Jeju Folk Village.

Untuk menikmati kawasan wisata di wilayah Pyoseoun di Seogwipo ini pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar 10.000 Won (sekitar Rp 120.000) untuk dewasa, 8.000 Won (Rp 96.000) untuk orang tua, 7.000 Won untuk remaja (sekitar Rp 84.000), dan 6.000 Won untuk anak (Rp 72.000).

Replika kapal tradisional masyarakat Korea dari akhir abad ke-18 dipamerkan di bagian depan Jeju Folk Village
Replika kapal tradisional masyarakat Korea dari akhir abad ke-18 dipamerkan di bagian depan Jeju Folk Village (kompas.com)

Lima tema

Setidaknya ada 117 bangunan dan fasilitas yang dibangun untuk menggambarkan lima tema suasana perkampungan di Jeju pada periode 1890-an.

Adapun lima tema itu adalah Sanchon (permukiman pegunungan), Eochon (permukiman nelayan), Tosoksinangchon (permukiman keagamaan), Jeju Yeongmun (bangunan pemerintahan di masa Dinasti Joseon), serta rumah pengasingan.

Suasana kebudayaan Jeju masa silam sudah terasa di pintu masuk: Gapura yang memperlihatkan gaya bangunan kuno dan musik tradisional yang terdengar lembut saat kita mulai masuk ke dalam kawasan seluas 16 hektar ini.

Gwangjang Waterfall menjadi salah satu spot berfoto favorit pengunjung Jeju Folk Village. Foto diambil 30 Mei 2017.
Gwangjang Waterfall menjadi salah satu spot berfoto favorit pengunjung Jeju Folk Village. Foto diambil 30 Mei 2017. (kompas.com)
Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved