Berita Batola

Dana Pembangunan Pemdes Miliaran Rupiah, Kelurahan di Batola Cemburu dengan Desa

Karenanya, kata Anggota DPRD Batola dari Fraksi Golkar Thaher menilai pantas dan wajar sejumlah kantor kelurahan menhendaki kembali menjadi Pemdes.

Dana Pembangunan Pemdes Miliaran Rupiah, Kelurahan di Batola Cemburu dengan Desa
Halaman 4 Harian Metro Banjar Edisi Cetak Rabu (14/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Kantor kelurahan layak cemburu dengan pemerintahan desa (Pemdes). Sebab, dana pembangunan di kantor desa mencapai miliar rupiah, sementara kantor kelurahan hanya ratusan juta.

Karenanya, kata Anggota DPRD Batola dari Fraksi Golkar Thaher menilai pantas dan wajar sejumlah kantor kelurahan menhendaki kembali menjadi Pemdes. Saat melakukan kunjungan ke kantor kelurahan, aspirasi agar kantor kelurahan menjadi Pemdes semakin menguat.

Tidak saja di Kabupaten Batola, kantor-kantor di Propinsi lain-pun ingin menjadi Pemdes.
Untuk itulah, Thaher meminta pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten memikirkan agar kantor kelurahan mendapatkan dana pembangunan yang cukup besar.

"Sepengetahuanku dana untuk kantor kelurahan hanya berkisar Rp 75-100 juta saja per tahun," kata Thaher.

Saking minimnya dana di kelurahan, kata Thaher, untuk membeli peralatan atau ATK saja sampai kekurangan."Jangan tanya soal memperbaik kantor, kelurahan tidak ada dananya," katanya.

Ditanya soal adanya rencana pemekaran Desa Semangat Dalam, Thaher menghendaki pemekaran tetap dengan status desa. "Kalau desa-desa dana untuk masyarakat akan lebih besar," katanya.

Selain itu, kata Thaher, jika status desa tidak terikat dengan jam kerja."Warga bisa saja berurusan dengan Kades pada malam hari,"kata Thaher yang berpengalaman jadi Kades selama 20 tahun. (don)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved