Travel

Carter Pesawat Guangzhou-Juwata Tarakan: 200 Turis China Boyongan Wisata ke Pulau Derawan

Akun media sosial Instagram Kementerian Pariwisata pada Selasa 13 Juni kemarin merilis jadwal charter flight Sriwijaya Air yang akan terbang dari Guan

Carter Pesawat Guangzhou-Juwata Tarakan: 200 Turis China Boyongan Wisata ke Pulau Derawan
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Pesawat parkir di bandar udara internasional Juwata Tarakan beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG SELOR - Akun media sosial Instagram Kementerian Pariwisata pada Selasa 13 Juni kemarin merilis jadwal charter flight Sriwijaya Air yang akan terbang dari Guangzhou Provinsi Guangdong, Tiongkok ke Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara, pada 21 Juli nanti.

Sriwijaya Air menyiapkan Boeing 737 NG dengan kapasitas penumpang mencapai 200 orang.

Pesawat ini akang ditumpangi wisatawan asal negeri Tirai Bambu yang akan menikmati wisata di Pulau Derawan, Kalimantan Timur.

Dari Tarakan (Kalimantan Utara) ke Derawan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, bisa diakses melalui jalur perairan kurang lebih 3-4 jam perjalanan.

Atau mengaksesnya lewat penerbangan perintis dari Tarakan ke Maratua, Kabupaten Berau.

Sebuah sudut pemandangan di Pulau Derawan
Sebuah sudut pemandangan di Pulau Derawan (Courtesy of Thaliq Anshari)

"Mulai 21 Juli kami akan coba jembatani satu kota di Tiongkok dulu. Nanti akan ada charter flight dari Guangzhou ke Tarakan hingga Agustus 2017. Ini akan dijelajahi Boeing 737 NG berkapasitas 200 penumpang. Frekwensinya enam kali,” tutur Senior Corporate Communications Manager PT Sriwijaya Air Group Agus Soedjono dalam rilis tersebut.

Divisi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata merespon positif rencana ini. Turis Tiongkok akan banyak berkunjung ke Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.

Di dekat Tarakan khususnya, ada wisata bahari kelas dunia yakni Derawan.

"Kami sudah koordinasi untuk memfasilitasi 15 agent yang menjual paket charter untuk site vite akhir Juni ini,” terang Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gede Pitana yang didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Utara Ahmad Haerani juga memberi respon positif hal ini.

Kalimantan Utara, kata Haerani, akan memanfaatkan betul momen kedatangan turis-turis Tiongkok itu dengan mempromosikan destinasi yang tak kalah menariknya dengan provinsi tetangga.

"Kami juga mau supaya turis ini menginap dulu di sini. Mereka menikmati kuliner dan menginap di Tarakan. Artinya keekonomiannya di Tarakan juga ada. Sekaligus kita promosikan pariwisata Kalimantan Utara," sebut Haerani saat ditemui di Kantor Gubernur Kalimantan Utara, Kamis (15/6/2017).

Menurut Haerani, beberapa objek wisata bisa disinggahi turis Tiongkok seperti situs-situs sisa bekas Perang Dunia, monumen Pertamina, kawasan mangrove, dan rumah adat.

"Kami akan minta bantu kepada Pemko Tarakan dan pramuwisata untuk ikut membantu promosi wisata Kalimantan Utara kepada turis Tiongkok," sebutnya. (TRIBUNKALTIM.co)

Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved