Metro Banjar

OBAT HATI: Hoax, dan 3 Tanda Orang Munafik Menurut Rasulullah

Kehadiran teknologi komunikasi yang sophisticated dengan fenomena media sosial yang sangat mutaqaddim memang membuat hidup manusia sangat menyenangkan

OBAT HATI: Hoax, dan 3 Tanda Orang Munafik Menurut Rasulullah

Oleh: Drs Mahfudz Shiidieq MA

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kehadiran teknologi komunikasi yang sophisticated dengan fenomena media sosial yang sangat mutaqaddim memang membuat hidup manusia sangat menyenangkan dan memberi kemudahan yang luar biasa. Namun, ia pun ternyata pula mengundang permasalahan yang tidak tanggung-tanggung bagi kemanusiaan dan peradaban, banyak berita dan informasi yang telah kian meresahkan melalui medsos karena sifat dan isinya yang hoax.

Hoax (kb) bermakna olok-olokan, ceritera bohong; (kk) memperdayakan. Dengan kata lain hoax berarti berita/informasi palsu, bohong yang bisa memperdayakan orang lain. Kata tersebut terkait dengan ujaran kebencian, fitnah yang bermotive politik, ekonomi, atau pertemanan.

Rupanya saat yang dijanjikan sudah mendekat. “Kehadiran hari kiamat ditandai dengan berbagai kejadian: penghormatan terhadap orang tertentu, perdagangan kian meluas, sehingga para wanita pun terlibat dalam bisnis keluarga, terputusnya silaturrahim, penggunaan dan karya pena yang marak meluas, saksi palsu menjadi hal yang biasa dan kesaksian yang benar akan disembunyikan.” (al-Adab al-Mufrad lil-Bukhari)

Kehadiran para penggiat cyber melalui pena medsos menjadi fenomena keresahan. Inikah diantara tanda kiamat itu? (baca: bencana dan kehancuran social)

Pemberitaan bohong teridentifikasi dengan kefasikan dan kemunafikan dan sangat berpotensi menciptakan rusuh. “Hai orang-orang yang beriman, jika orang fasik datang kepada kalian dengan membawa suatu berita maka periksalah berita tersebut dengan teliti agar kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatan itu.” (al-Hujurat/49:6)

Surah al-Ahzab/33:60 mensetarakan para penyebar berita bohong dengan orang-orang munafik dan mengidap penyakit hati. Mereka membuat rusuh di kota Madinah dan layak diperangi dan tidak dijadikan tetangga. Mereka terlaknat dan diancam dengan pembunuhan.

Rasulullah bersabda, “Ada tiga tanda orang munafik, yaitu kalau berbicara ia berbohong, bila berjanji ia menyalahi, dan bila diberi keperayaan ia khianat.“ (HR al-Bukhari dan muslim)

Jika kemunafikan karena kebohongan semakin merajalela dan menguasai buana informasi, bumi ini seolah-olah tidak ada lagi kebenaran. Kecurigaan dan ketidakpercayaan pun semakin besar. Bagaimana menghadapi berita dari orang fasik? Alquran menegaskan perlunya tabayyun, (Al-Hujurat/49:6), Yakni pemeriksaan dengan teliti atas berita semacam itu, klarifikasi. Langkah ini perlu dilakukann agar tidak menjadi musibah yang berakibat kefatalan.

Islam melarang perbuatan dan penyebaran berita bohong. “Tidak ucapan sepatah kata pun kecuali ada pengawasan yang selalu mencatat (Qof/50:18).” Rasulullah SAW bersabda, “Empat sifat yang terdapat lengkap pada diri berarti full munafik; orang yang memiliki sebagian sifat tersebut berarti ia munafik sebagian sampai dapat meninggalkan sifat itu; jika dipercaya ia khianat, Jika ia bicara ia bohong, jika ia berjanji ia menyalahi janjinya, dan jika berdebat ia curang (Muttafaq ‘alaih, dari Abdullah ‘Amar al-ash ra).

Halaman
12
Editor: Ernawati
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved