Sekolah 8 Jam Sehari

SMA di Banjarmasin Siap Terapkan Full Day School, Kepsek Rombak Musala

Beleid sekolah delapan jam seminggu (full day school) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy belum pasti diterapkan.

SMA di Banjarmasin Siap Terapkan Full Day School, Kepsek Rombak Musala
Halaman 1 Harian Banjarmasim Post Edis Cetak Jumat (16/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Beleid sekolah delapan jam seminggu (full day school) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy belum pasti diterapkan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta Muhadjir mengkaji ulang kebijakan tersebut. Sementara, seluruh sekolah menengah atas negeri (SMAN) di Banjarmasin sepakat menerapkan full day school pada tahun ajaran 2107 ini.

Kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung, presiden bersama mendikbud telah mendiskusikan

kebijakan masuk sekolah delapan jam karena terjadi keresahan di masyarakat. “Mensegneg diminta presiden mengkaji hal tersebut, untuk lebih detailnya tanyakan ke Kemendikbud,” kata Pramono di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/6).

Pramono meminta semua pihak membaca lebih dalam peraturan mendikbud yang ditandatangani Muhadjir.

“Yang jelas apa yang menjadi keresahan sudah pemerintah tangkap, tetapi sebaiknya semua membaca dan mempelajari sebelum memberikan komentar,” ujar Pramono.

Pemerintah melalui Kemendikbud berencana mulai menerapkan program full day school pekan ketiga Juli 2017. Namun Muhadjir Effendy menyatakan pelaksanaan sekolah lima hari dalam seminggu dilaksanakan secara bertahap pada daerah sesuai kesiapan dan kemampuan masing-masing.

Kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu, penguatan karakter yang diatur dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 dilaksanakan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Penerapannya akan sangat bervariasi di tiap daerah dan sekolah.

“Tidak ada paksaan bagi sekolah untuk melaksanakannya. Sekarang ini sudah ada sekolah percontohan dan kabupaten/kota yang sudah menerapkan,” ujarnya.

Muhadjir sebelumnya menyatakan banyak pihak yang masih salah memahami konsep delapan jam proses belajar mengajar di sekolah. Disebutkan dia, yang ada di benak masyarakat soal proses belajar mengajar delapan jam di sekolah ialah murid diberikan materi pelajaran selama delapan jam. Padahal, yang dimaksud proses belajar delapan jam tak hanya menerima pelajaran yang berasal dari buku teks, tetapi juga menerima pendidikan karakter.

Dijelaskan dia, nantinya transfer pengetahuan dari buku teks hanya 30 persen. Sedangkan 60-70 persen sisanya diisi pendidikan karakter.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help