Kriminalitas Kotabaru

Duel Maut di Area Cylo PT KEL, Tomy Tak Sadar Perutnya Ditusuk, Usai Berkelahi Langsung Bawa Truk

Perkelahian sesama karyawan terjadi di area Cylo PT Kalimantan Energi Lestari (KEL), Desa Gendang Timburu, Kecamatan Sungai Durian Kotabaru

Duel Maut di Area Cylo PT KEL, Tomy Tak Sadar Perutnya Ditusuk, Usai Berkelahi Langsung Bawa Truk
Halaman 1 Harian Metro Banjar Edisi Sabtu (17/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Perkelahian sesama karyawan terjadi di area Cylo PT Kalimantan Energi Lestari (KEL), Desa Gendang Timburu, Kecamatan Sungai Durian Kotabaru. Seorang tewas dalam duel maut yang terjadi, Kamis (15/6) sekitar pukul 05.00 Wita itu.

Korban tewas dalam perkelahian satu lawan satu itu adalah Tomy Jerry alias Tomy (32). Warga Jalan Pamukan Raya RT1, Desa Rantau Buda, Kecamatan Sungai Durian ini mengalami luka tusuk di bagian rusuk sebelah kiri.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, seteru Tony, Sapransyah (36), warga Jalan Pamukan Raya RT1, Desa Rantau Buda, Kecamatan Sungai Durian, yang juga karyawan PT Madhani Talatah Nusantara, dalam pengejaran polisi.

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SIK melalui Kasubag Humas Tuti Sulistyowati mengatakan, kejadian terjadi sekitar pukul 04.30 Wita. Tepatnya setelah korban selesai melakukan pengisian batu bara di Cylo. Korban berencana memarkir unit TC3107 yang dikemudikannya di posisi jalur muatan untuk persiapan.

Saat korban akan memosisikan unit TC3107 di jalur muatan, di depannya ada unit TC3085 dengan kondisi kosong. Korban meminta Muhammad Aini, sopir TC3085, untuk pindah posisi ke jalur kosong, yang berada disebelah kiri.

Setelah Aini memindahkan posisi unitnya, di jalur korban akan memarkir unitnya masih ada mobil angkutan lainnya, yaitu TC3103 yang disopiri Sapransyah. Oleh korban, Sapransyah diminta berpindah dengan cara membunyikan klakson.

"Sapransyah menjawab klakson itu melalui komunikasi radio. Kalau mau bangunin orang jangan klakson-klakson, kalau mau nyalip salip aja," kata Tuti menirukan ucapan Sapransyah.

Tuti mengatakan, ucapan Sapransyah dibalas korban, "Kamu (Sapransyah) kalau mau tidur jangan di sini, tidur di rumah saja.”

Menurut Tuti, Sapransyah menjawab lagi, “Kalo tidak terima, kita selesaikan di luar kampung."
Tidak puas cekcok mulut melalui radio, korban lalu turun dari mobilnya dan langsung mendatangi Sapransyah. Korban lalu naik ke mobil Sapransyah melalui pintu kiri. Di dalam kabin mobil Sapransyah kembali terjadi perang mulut.

"Korban menarik Sapransyah turun dari kabin. Setelah keduanya turun dari kabin. Kemungkinan korban ditusuk Sapransyah, tapi korban tidak merasakannya,” jelas Tuti.

Percekcokan berhasil dilerai, Sapransyah lalu kembali mengemudikan unitnya. Begitu pula korban, ia bergerak maju. Bersamaan waktu korban kehilangan kendali, mobil yang dikemudikannya menabrak bagian belakang vassel.

Para sopir lainnya langsung ke unit TC3107. Mereka melihat korban sudah tidak sadarkan diri. Korban dievakuasi ke pondok Cylo untuk menghentikan pendarahan. Kemudian korban dibawa ke Puskesmas Banian dan dirujuk ke rumah sakit Batulicin. Namum nyawa korban tetap tidak tertolong. (sah)

Baca Lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Sabtu (17/6/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved