OTT KPK di Mojokerto

NEWS ANALYSIS, Prof Hadin Muhjad: Jangan Keduluan KPK

Ini semakin menguatkan bahwa tingkat kepercayaan aparat penegak hukum reguler semisal kepolisian dan kejaksaan di daerah rendah.

NEWS ANALYSIS, Prof Hadin Muhjad: Jangan Keduluan KPK
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Minggu (18/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jika melihat dari safari tangkapan KPK, kini lembaga antikorupsi tersebut gencar-gencarnya memberantas korupsi di daerah. Yang dapat kita petik pertama, koreksi terhadap aparat hukum di daerah. Ini semakin menguatkan bahwa tingkat kepercayaan aparat penegak hukum reguler semisal kepolisian dan kejaksaan di daerah rendah.

Ingat, KPK dibentuk untuk membongkar kejahatan korupsi yang luar biasa. Disebut luar biasa karena korupsi menyebabkan penderitaan banyak orang. Itu kan duit untuk rakyat. Sekian miliar atau triliun uang yang harusnya dinikmati masyarakat miskin, malah dinikmati oleh segelintir orang. Sementara kondisi ekonomi kita kan semakin terpuruk. Karena posisi yang sangat mendesak, gawat, sehingga dibentuklah KPK.

Point selanjutnya, dengan roadshow-nya KPK ke daerah, ini sekaligus tantangan bagi penegak hukum yang lain. Kenapa KPK bisa kok aparat reguler tidak. Diharapkan jika KPK sering melakukan penangkapan di daerah, penegak hukum yang reguler di daerah termotivasi.

Segi negatifnya, ini akan memunculkan kecemburuan. Misalnya kasus di daerah dinilai kecil sehingga seharusnya KPK berkoordinasi dengan penegak hukum di daerah.

Namun kenapa KPK tetap bekerja sendiri, mungkin karena belum percaya terhadap kejaksaan dan kepolisian.

Ingat korupsi diperankan oleh orang pintar, bukan maling biasa. Oleh karena itu KPK merasa perlu turun tangan.

Kalsel termasuk salah satu daerah yang disorot. Kemarin, ada petinggi KPK yang datang, kemudian diskusi dengan beberapa tokoh di Kalsel. Aparat penegak hukum di daerah ini perlu meminta informasi kepada KPK atau melakukan penyelidikan. Jangan sampai keduluan KPK. (lis)

Baca Lengkapi di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Minggu (18/6/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help